0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Susi Akui Posisinya sedang ‘Digoyang’

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan (BG) menyebut kartel pangan dan energi sudah menguasai Indonesia. Selain itu mereka juga berusaha menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Saat dikonfirmasi, Susi Pudjiastuti mengakui ada sejumlah pihak yang ingin dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri.

“Pak Budi kan intelijen jadi pasti tau apa yang terjadi,” kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa (18/7).

Susi menjelaskan selama menjadi menteri, dirinya kerap mengeluarkan kebijakan yang mengganggu ‘comfort zone’. Pihak yang selama ini mendapatkan keuntungan besar sering diganggu oleh sejumlah kebijakan yang dikeluarkan olehnya.

“Kalau bikin policy baik kan, apa yang saya lakukan mengganggu comfort zone. Comfort zone dari orang yang selama ini mendapat keuntungan besar dengan cara tidak appropriate. Jadi pasti banyak yang tidak suka,” katanya.

Menurut Susi, selama menjabat sebagai menteri, dirinya hanya berupaya untuk membenahi yang tak benar di sektor kelautan dan perikanan. Tujuannya, demi kemajuan Indonesia semata.

“Saya mencoba membetulkan. Untuk siapa? Ya untuk Indonesia. Ya pasti yang tidak suka (sama saya) banyak. Tapi kan saya bekerja untuk pak presiden dan Indonesia.”

Sebelumnya, hal itu disampaikan oleh Budi Gunawan saat menjadi pembicara dalam Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (13/7). Dia mencontohkan kartel bermain untuk berupaya menggoyang Susi Pudjiastuti dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Contoh Bu Susi sekarang sedang mengalami serangan balik yang sangat kuat (lewat) demo nelayan. Kekuatan ini lah yang bermain untuk ibu Susi diganti,” kata Budi Gunawan.

Selain dikuasai oleh kartel, Budi mengungkapkan ekonomi Indonesia juga diserang dengan dibanjiri produk palsu dan tidak berkualitas yang berasal dari China. Menurut dia, ada juga operasi intelijen di bidang ekonomi yang sangat masif.

“Di bidang ekonomi ini juga perlu diketahui. Ada operasi intelijen di bidang ekonomi yang sangat masif. Dan marak yang kita rasakan banjirnya produk palsu dan tidak berkualitas di Indonesia khususnya dari China,” ujarnya.

Mantan Kalemdikpol ini berujar barang palsu dan tidak berkualitas biasanya dijual dengan harga murah. Lewat harga murah, lanjut Budi, melemahkan produk lokal dan melemahkan kemandirian ekonomi Indonesia.

Selain itu, Budi mengungkapkan Indonesia juga menjadi sasaran empuk bagi gembong narkoba. Dia menambahkan, saat ini Indonesia tak hanya menjadi negara yang dianggap sebagai ‘pasar’. Namun, justru Indonesia telah menjadi produsen narkoba.

“Indonesia bukan hanya sebagai pasar namun juga berubah menjadi transit dan produsen. Ini membahayakan,” ujarnya.

[ian]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge