0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penyelundupan Narkoba Digagalkan, 50 Kg Sabu Disita

Penjara (dok)

Timlo.net – Petugas Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita 50 kilogram sabu. Barang bukti sebesar itu diungkap dari hasil pengungkapan lima kasus upaya penyelundupan melalui Bandara di Tanah Air dalam kurun waktu tiga hari, yaitu mulai dari Jumat (14/7) sampai Minggu (16/07).

Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang Bersama Direktur penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari menerangkan, rangkaian penindakan ini diawali dengan diamankannya dua WNI berinisial MY dan M yang merupakan anggota sindikat narkotika Aceh di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai Bali, Jumat (14/7).

“Petugas Bea Cukai Bali dan BNN membekuk kedua pelaku, berikut barang bukti 508 gram sabu, yang disembunyikan tersangka MY di dalam sepatunya,” terang Arman di terminal 2 S Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dari keterangan MY, sambungnya, diketahui sabu tersebut dibawa dari Batam untuk diserahkan kepada MI di Bali. Selanjutnya pada Sabtu (5/7), kasus penyelundupan dengan modus serupa juga berhasil digagalkan petugas di Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang.

“Berdasarkan informasi dari kami, petugas Bea Cukai Soekarno Hatta mengatensi tiga orang WNI berinisial J, YS dan HS yang merupakan kurir narkotika. Saat melaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan badan terhadap ketiganya, petugas menemukan paket sabu, dengan berat total 2,02 kilogram, di dalam sepatu para pelaku,” terangnya.

Sementara di hari yang sama, Bea Cukai Jambi juga melakukan penindakan atas penyelundupan sabu setelah mendapatkan informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea dan BNN terkait pengiriman narkotika.

Setelah mendapatkan info, Bea Cukai Jambi berkoordinasi dengan personel bidang Pemberantasan BNNP Jambi dan Bea Cukai Batam mengamankan dua orang WNI di Bandara Sultan Thaha.

“Benar kedapatan menyembunyikan satu kilogram sabu di dalam barang bawaannya. Selanjutnya, Bea Cukai menyerahkan pelaku dan barang bukti ke pihak BNNP Jambi guna dilakukan penyidikan lebih anjut,” kata dia.

Tak berhenti di sana, Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang menerangkan, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara bekerja sama dengan BNN juga berhasil mengungkap adanya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur Sumatera Utara.

Menindaklanjuti informasi penyelundupan narkotika, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, terang Erwin, segera melakukan koordinasi dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melaksanakan operasi terpadu dalam rangka mengantisipasi penyelundupan narkotika tersebut.

“Hasilnya, tim mengamankan tiga pelaku berikut 44 kilogram sabu di area parkir SPBU Pasar Bengkel di Perbaungan. Dari keterangan tiga tersangka itu, petugas gabungan melakukan pengembangan kasus ke Jalan Lintas Sumatera dan berhasil mengamankan tujuh orang lainnya,” cetus Erwin.

Saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan, dua tersangka berinisial BJ melakukan perlawanan, sehingga diambil tindakan tegas oleh petugas gabungan yang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia.

Sebagai tindak lanjut kasus, petugas gabungan mengamankan para tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit sepeda motor, beberapa kartu identitas, satu pucuk senjata api dan peluru ke Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Pada kasus kelima terang Erwin yang ditangani Bea Cukai dan BNN adalah penyelundupan empat kilogram sabu dari Medan ke Palembang, Minggu (16/07), oleh berinisial ED dan Keduanya bertugas sebagai kurir, mengantarkan sabu kepada ND dan FA di Palembang dan berencana membawa sabu tersebut ke Denpasar, Bali.

Petugas langsung melaksanakan penindakan saat keempatnya melakukan serah terima barang bukti. Penindakan terhadap kasus ini, diawali adanya informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Penindakan lima kasus penyelundupan sabu ini menambah panjang daftar penindakan narkotika psikotropika di seluruh Indonesia, di mana sepanjang tahun 2014 hingga 2017 Bea Cukai telah menindak dengan barang bukti yang diamankan sebesar 2.257,75 kilogram.

“juga ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan kinerja aparat penegak hukum semata, namun narkoba, menjadi motor penggerak kewaspadaan semua pihak untuk membendung peredaran. khususnya bagi masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam menginformasikan kemungkinan adanya transaksi narkoba kepada aparat penegak hukum,” kata Erwin.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge