0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konstruksi Fly Over Manahan Diubah

Desain fly over Manahan Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Fly over Manahan kembali mengalami perubahan desain. Kali perubahan terjadi di bagian terowongan kereta api. Pada desain awal, terowongan kereta dibuat dengan konstruksi Corrugated Metal Pipe (CMP) atau baja lengkung bergelombang.

“Kita ganti dengan konstruksi girder,” kata Peneliti Balai Geo Teknik Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Maulana Iqbal usai pertemuan di ruang rapat Walikota Solo, Senin (17/7).

Fly over Manahan memiliki tiga terowongan yaitu terowongan Jalan Hasanudin, Jalan Sam Ratulangi, dan terowongan kereta api. Konstruksi girder yang biasa dipakai untuk membangun jembatan itu akan diaplikasikan di terowongan kereta. Dua terowonga lain tetap menggunakan CMP seperti rencana semula. Menurut Iqbal, perubahan konstruksi terpaksa dilakukan mengingat persyaratan ruang bebas kereta api yang harus dipenuhi. Sistem girder juga memungkinkan fly over dibuat lebih landai daripada konstruksi CMP.

“Memang tidak terlalu signifikan. Hanya dua persen. Tapi itu sudah lumayan,” katanya.

Dengan adanya perubahan konstruksi, Pusjatan akan segera mengkaji dampaknya terhadap pembangunan fly over. Kajian meliputi dampak terhadap biaya, waktu, dan tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Dalam seminggu ini kita usahakan sudah selesai supaya bisa segera lelang,” tambahnya.

Sebagai informasi, fly over Manahan sudah beberapa kali mengalami perubahan desain sejak awal diwacanakan. Pertama, panjang fly over ditambah agar kemiringan jalan tidak terlalu tinggi. Lebar jalan juga sempat ditambah dari 8 menjadi 9 meter. Terakhir, terowongan kereta diperlebar sedikit untuk memberi ruang bagi kabel listrik yang diperlukan untuk elektrifikasi jalur kereta api.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge