0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Pertama Sekolah, Disdikbud: Tak Ada Pelonco

Sekretaris Disdikbud Sragen, Suwardi (timlo.net/agung widodo)

Sragen –  Memasuki hari pertama sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen melakukan menerjunkan pengawas ke sejumlah sekolah untuk memantau pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS). Namun hingga Senin (17/7) sore tidak ada laporan terkait perpeloncoan di luar batas kemanusiaan.

“Kami telah terjunkan semua pengawas untuk memantau pelaksanaan MOS. Tapi tidak ada laporan adanya perpeloncoan,” kata Sekretaris Disdikbud Sragen, Suwardi, Senin (17/7).

Suwardi menyampaikan, perploncoan yang dimaksud adalah kalau terjadi kekerasan fisik yang akan berdampak pada psikologis. Pihaknya telah melakukan pengawasan pada semua sekolah SD dan SMP. Jumlah SMP ada 91 sekolah, sedangkan SD ada 545 sekolah.

”Hari ini belum semua SD sudah aktif, sebagian bahkan masih membuka pendaftaran,” jelasnya.

Sementara itu, di SMK Negeri 2 Sragen pada hari pertama masuk sekolah ini mewajibkan semua siswa lelaki untuk potong gundul. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengajarkan iklim kerja dan menumbuhkan kesadaran untuk disiplin.

Wakil Kepala SMKN 2 Sragen, Setyanjadi mengatakan, potong rambut gundul ini sudah menjadi aturan sekolah sejak tujuh tahun lalu. Dengan potong rambut cepak tersebut, siswa diharapkan akan mengenal lingkungan kerja. Pasalnya kalau rambut gondrong sangat berbahaya jika bekerja di bagian teknik.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge