0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuntut Ganti Lahan, Warga WKO Minta Dukungan DPRD

Pertemuan warga WKO dengan DPRD Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Puluhan warga yang tinggal di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO) mengadu ke DPRD Sragen. Mereka meminta dukungan dewan untuk menuntut uang pengganti dan kekerasan dalam proses pembebasan lahan yang terjadi beberapa tahun lalu.

”Kami meminta keberpihakan DPRD untuk warga yang terdampak WKO. Kami meminta ganti lahan, uang tunggu, dan penyelesaian kasus HAM,” kata aktivis dari Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah Salatiga yang ikut mendampingi warga, Edy Susanto, Senin (17/7).

Usai bertemu pimpinan DPRD Sragen, Edy Susanto mengungkapkan, warga yang hadir tersebut adalah korban yang terdampak proyek WKO. Mereka meminta dukungan anggota dewan berkenaan dengan masalah uang tunggu.

”Saat ini yang hadir sekitar 50 orang, namun ada 16.000 KK yang secara langsung terdampak,” ujarnya.

Edy menyampaikan, tuntutan mereka lantaran ganti rugi dinilai sangat tidak layak. Pada saat itu nilai ganti rugi hanya Rp 250 per meter. Selain itu warga juga mendapat intimidasi dari aparat.

Ditambahkannya, saat ini sebagian warga yang terdampak WKO tersebut masih tinggal di sabuk hijau, wilayah yang seharusnya tidak boleh ditempati.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Hariyanto yang memimpin pertemuan dengan warga menyampaikan, bakal mengawal persoalan WKO. Sedangkan terkait masalah pelanggaran HAM menjadi perkara dan sudah dikawal oleh Komnas HAM.

”Hari ini kami bertemu perwakilan dari WKO, Setelah ini kami akan coba koordinasikan dengan pihak eksekutif,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge