0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Forkompinda Sepakat Tolak Peredaran Narkoba di Wonogiri

Forkompinda Wonogiri sepakat menolak peredaran Narkoba (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Dari data kepolisian, kasus penyalahgunaan Narkoba di Wonogiri terbilang hanya kecil dibandingkan dengan kabupaten/ kota lainnya. Biasanya, barang-barang haram yang diperdagangkan adalah jenis amfetamin dan ekstasi. Narkoba itu disinyalir didapatkan dari Solo, Yogya dan Jatim.
“Kasus penyalahgunaan Narkoba jenis amfetamin dan ekstasi di Wonogiri terbilang kecil, hanya sekitar delapan kasus sejak  saya di Polres Wonogiri. Sebagian besar merupakan pengguna yang membawa dari luar daerah, seperti dari Solo, Yogyakarta dan Jatim,” beber Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora saat dijumpai Timlo.net, usai mendampingi pelaksanaan tes urine bagi PNS di Pemkab Wonogiri oleh BNN Jateng, Senin (17/7).
Disampaikan, para pelaku biasanya ada yang memakainya di Solo atau Yogyakarta, sehingga ketika pulang ke Wonogiri sudah dalam keadaan menggunakan. Namun juga ada sebagian kasus yang sengaja dipesan oleh warga Wonogiri sendiri, sehingga terjadi transaksinya pun di Wonogiri.
“Tapi kita harus bersinergi menangkal peredaran Narkoba, jangan sampai Narkoba merusak moral generasi muda Wonogiri,” jelasnya.
Terpisah, Kasat Narkoba Polres Wonogiri AKP Amir Zubaidi menambahkan, selama kurun waktu Januari-Juni 2017 ,pihaknya telah mengungkap kasus peredaran Narkoba di Wonogiri sebanyak 12 kasus. Barang-barang haram yang didapatkan sebagai barang bukti berupa jenis shabu-shabu dan ganja.
Mantan Kapolsek Karangtengah ini juga mengatakan, Narkoba yang dikonsumsi para pelaku biasanya didapat dari sejumlah kota besar yang berbatasan, seperti Solo dan Yogya.
“Dari 12 pelaku yang kita tangkap, lima orang merupakan warga luar Wonogiri, sedang tujuh orang pelaku merupakan waga asli Wonogiri,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge