0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Payung Lukis Nasrafa Tembus Pasar Eropa

Payung lukis Nasrafa mampu menembus pasar Eropa (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kreativitas yang tanpa batas perlu ditumbuhkan pada pelaku industri kerajinan. Sebab dengan berbekal kreativitas tersebut pelaku industri kerajinan bisa menembus pasar global.

Seperti yang dilakukan Yani, produsen kerudung lukis dengan brand Nasrafa ini mengembangkan seni lukis yang digelutinya ke sejumlah media lain. Diantaranya adalah payung. Tak tanggung-tanggung, produksi payung Nasrafa berhasil penetrasi ke sejumlah negara di Eropa.

“Kalau jadi, bulan agustus nanti kita diajak pameran ke Rusia,” ungkap Yani saat ditemui sejumlah media di workshop miliknya yang berlokasi di Jl Asem Kembar No 83, Jebres, Solo, kemarin.

Dikatakan, sebelumnya Nasrafa hanya berkonsentrasi pada kain lukis, namun dalam 6 bulan belakangan Nasrafa mengembangkan payung lukis. Gayung pun bersambut, pasar nemerima baik payung lukis milik Nasrafa, produk tersebut diminati sejumlah kalangan dari berbagai kota di Indonesia.

“Saya pernah diajak pameran di Inacraft 2017. Payung saya diborong sama orang Rusia, lalu saya diajak kesana,” katanya.

Dalam sebulan, Nasrafa bisa memproduksi sekitar 150 buah payung. Meski begitu, Yani mengaku masih memiliki kendala, yakni pekerja yang bisa melukis payung masih sangat terbatas. Yani mengatakan hanya memiliki dua tenaga pelukis, yang setiap hari hanya mampu menyelesaikan 3 buah payung.

“Kalau pesanan banyak kan susah juga. Padahal melukisnya memang butuh ketelitian dan lebih susah dari media biasa,” katanya.

Meski memiliki nilai seni, payung buatan Nasrafa masih bisa difungsikan sebagai mana mestinya. Dikatakan, payung tersebut menggunakan cat dengan komposisi khusus yang tidak mudah luntur.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge