0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Tolak Pembongkaran Gapuro Makam Bonoloyo

Warga memasang spanduk penolakan pembobgkaran Gapura Makam Bonoloyo (dok.timlo.net/ist)

Solo — Sejumlah warga Kadipiro, Banjarsari, Solo menolak pembongkaran Gapuro Makam Bonoloyo. Penolakan tersebut dilakukan dengan memasang spanduk bertuliskan “Dirapikan silahkan, dirubuhkan jangan, kami melawan.”.

“Tadi memang ada beberapa pemuda dari kampung sekitar datang untuk memasang spanduk penolakan itu, tapi sekarang sudah dilepas spanduknya,” kata Juru Kunci Makam Bonoloyo, Endro, Senin (17/7).

Endro mengatakan, gapura tersebut merupakan gerbang masuk utama kedalam makam. Rencananya gerbang tersebut akan dirubuhkan sebagai bagian dari revitalisasi pagar pemakaman.

“Untuk pembangunannya saya kurang tahu, tetapi yang jelas udah ditata, beberapa kios yang ada didepan pagar makam sebelah timur gapura juga sudah dibongkar, nantinya akan dibangun pagar mengelilingi makam,” katanya.

Ditambahkan, pihak warga juga telah mencopot spanduk penolakan tersebut.

“Tadi ada perwakilan dari DPRD Solo datang, tapi saya kurang jelas siapa yang datang. Menemui warga, kemudian mereka diajak untum berbincang, dan spanduk dilepas,” terang Endro.

Sekadar informasi, Gapuro Bonoloyo ini cukup unik, dengan ornamen bertuliskan huruf Arab dan Jawa, berwarna hijau. Gapuro ini diperkirakan usianya yelah ratusan tahun. Pembangunan pagar Makam Bonoloyo ini di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperum KPP).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge