0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasoepati Berharap Persis Tak Dikenai Sanksi

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Pendukung fanatik Persis Solo, Pasoepati berharap tak ada sanksi yang dijatuhkan ke klub kebanggaannya, usai adanya insiden di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7) kemarin. Keributan antar penonton membuat pertandingan dihentikan dan ditunda hingga PSSI mengeluarkan keputusan.

Pertandingan lanjutan Liga 2 Grup 4 tersebut baru melewatkan waktu 50 menit jalannya permainan. Kericuhan suporter kedua tim pecah, sesaat setelah PSIR Rembang mencetak gol yang dianggap Persis lebih dulu dalam posisi offside. Keributan tak terelakkan dengan aksi saling lempar benda maupun botol air mineral.

Pendukung tuan rumah, berhamburan ke tengah lapangan, sementara fans Persis segera dievakuasi untuk meninggalkan Stadion dan langsung dipulangkan ke Solo. Para pemain PSIR sempat kembali masuk ke lapangan, namun skuad Persis tidak mau melanjutkan permainan.

Status pertandingan pun akhirnya ditunda hingga batas waktu dan tempat yang belum ditentukan. Sementara waktu permainan masih menyisakan 40 menit untuk dilanjutkan nantinya. Selain pertandingan ditunda, ancaman sanksi pun bakal dilayangkan PSSI.

“Seharusnya tidak terkena sanksi dan jangan sampai. Justru panpel tuan rumah yang perlu ditelurusi. Batu, botol air mineral, suporter masuk ke tengah lapangan. Komdis PSSI pasti lebih tahu dengan melihat temuan-temuan seperti itu,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Senin (17/7).

“Soal ditundanya pertandingan nanti seperti apa, kami ikut aturan PSSI saja. Ditundanya Pertandingan itu kan force majeur dan human error, bukan karena bencana alam. Kami tidak ingin berandai-andai, namun badan liga harus bisa memberikan konsekuensi yang jelas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge