0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Insiden di Rembang, Pasoepati Langsung Gelar Evaluasi

Insiden di Stadion Krida Rembang (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati dijadwalkan segera menggelar evaluasi, Senin (17/7) ini, terkait insiden kericuhan dengan suporter PSIR. Ya, lebih dari 2000 fans fanatik Persis ikut membanjiri Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7) kemarin sore, dalam lanjutan Liga 2 Grup 4.

Tak ada yang memprediksi bakal terjadi keributan dalam pertandingan tersebut, mengingat hubungan yang harmonis antara suporter Laskar Dampo Awang dan Laskar Sambernyawa. Namun seketika berubah setelah terjadinya gol tuan rumah PSIR di menit 48 lewat kaki Rudy Santoso.

Sesaat kemudian, terjadi insiden aksi saling lempat antar kedua pendukung di tribun sisi timur maupun barat Stadion Krida. Bench pemain Persis pun tak luput dari hujan lemparan benda atau botol air mineral. Sejumlah pemain Persis Solo turut terkena lemparan.

Keributan meluas hingga membuat suporter PSIR berhamburan ke dalam lapangan, akibat jebolnya pagar pembatas tribun sisi timur. Sementara ribuan suporter Persis berhasil dievakuasi untuk segera dipulangkan dari Rembang.

Suporter Persis atau Pasoepati langsung dipulangkan ke Solo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mendapat pengawalan ketat dari Polresta Rembang. Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan saat dikonfirmasi mengaku seluruh anggotanya telah tiba di Bumi Bengawan meski beberapa diantaranya mengalami luka, serta kerusakan armada.

“Ada beberapa insiden, dan kami berterimakasih kepada pihak keamanan yang membantu kami. Yang jelas ada lemparan batu, teman-teman menjadi korban, sejumlah bus juga mengalami kerusakan. Nanti sore kami akan menggelar evaluasi selama di Rembang kemarin, termasuk membahas rencana lawatan ke Magelang besok Kamis,” terang Ginda, Senin (17/7).

Pihaknya cukup kecewa terhadap panpel PSIR yang tidak bekerja dengan profesional. Hal itu tak lepas dari temuan bukti di lapangan berupa banyaknya batu yang digunakan untuk menyerang suporter Persis, serta dengan mudahnya botol air mineral yang masuk ke lapangan.

“Kami sesalkan ada banyak batu yang dilempar ke kami. Juga ketidaksiapan Panpel saat suporter mereka dengan leluasa bisa masuk ke lapangan,” tandas Ginda.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge