0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Plasa Manahan Belum Bisa Jadi Ikon Kota Solo

Jajaran Komisi II DPRD Solo Sidak ke Plasa Manahan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pembangunan Plasa Manahan mendapat sorotan tajam dari Komisi II DPRD Kota Solo. Pasalnya, dengan menelan dana sekitar Rp 7 miliar lebih masih belum mendapatkan hasil sempurna.

“Jangankan jadi ikon Kota Solo. Kalau seperti ini hanya kayak kolam air mancur biasa,” kata Supriyanto di sela Sidak, Senin (17/7)  siang.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku, air mancur di Plasa Manahan masih kalah dengan air mancur yang ada di kawasan lain seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali maupun Solo Baru. Parahnya lagi, air mancur tersebut menelan dana yang cukup fantastis dibandingkan pembangunan air mancur wilayah lain.

“Sejauh ini kami melihat, kawasan Manahan (Plasa Manaha) belum mampu dijadikan ikon Kota Solo. Hanya sebatas ajang kumpul untuk masyarakat saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Solo YF Sukasno menilai, pihaknya akan terus memantau pembangunan Plasa Manahan mengingat kawasan tersebut harus mampu menjadi salah satu ikon Kota Bengawan. Apalagi, saat ini kawasan lain terus berlomba untuk membuat ikon kota untuk mendongkrak tingkat kunjungan.

“Nanti malam akan kita pantau lagi. Pihak pelaksana berjanji akan menguji coba nanti malam,” terang Sukasno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge