0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mainan “Fidget Spinner” Mewabah, Begini Respon Orang Tua

Gerrad, pelajar kelas V SD memamerkan mainan Fidget Spinner (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Alat permainan yang satu ini mulai mewabah. Banyak orang menggandrungi alat permainan yang menyerupai baling-baling kecil terbuat dari bearing atau laker atau nama kerennya Fidget Spinner.

Tak hanya kawula muda saja, mainan Fidget Spinner mulai menjangkiti anak-anak SD hingga pelajar SMK. Bahkan mereka rela menghabiskan uang jajan demi membeli alat permainan itu. Fidget Spinner konon memiliki manfaat sebagai penghilang rasa cemas, gelisah, susah fokus dan dapat membuat si pemain menjadi lebih tenang. Dari informasi di berbagai media massa, Fidget Spinner disebut dapat menghentikan kecanduan merokok.

Saat ini, mainan tersebut dapat dijumpai dimana tempat dan dijual bebas di berbagai toko, swalayan, pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan kini penjual mainan keliling pun menjajakan Fidget Spinner.

Tak ayal, bagi sebagian orang tua, demam Fidget Spinner di kalangan anak-anak ini membuat resah. Pasalnya, harga mainan ini terbilang cukup mahal. Fidget Spinner dijual dengan berbagai tipe. Setiap satu unit, kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung jenisnya. Mainan ini dilengkapi dengan lampu LED, sehingga ketika dimainkan pada jari akan menimbulkan sensasi warna.

“Awalnya saya pikir hanya seharga Rp 30 ribu atau berapa, tapi setelah saya tanyakan ternyata Rp 200 ribu. Ya bagaimana lagi, kalau tidak dibelikan anak malah menjerit menangis, kita kan jadi malu,” ungkap Sigit, warga Kaloran, Wonogiri, Senin (17/7).

Menurut dia, mainan Fidget Spinner mulai booming di Wonogiri beberapa bulan belakangan. Awalnya, anak-anak melihat mainan ini tren melalui tayangan di Youtube yang kemudian menyebar luas di kalangan masyarakat.

“Saya saja belum tahu yang namanya Fidget Spinner ini, tapi anak saya yang baru kelas V SD  sudah gandrung. Saat saya tanya kok bisa tahu darimana, dia menjawab katanya lewat tayangan-tanyangan di internet,” jelas pria beranak satu ini.

Diakui, saat ini anaknya kecanduan Fidget Spinner. Saat malam hari menjelang tidur, mainan tersebut melekat erat. Ia khawatir jika mainan tersebut dapat mengganggu belajar anak-anak.

“Kami berharap pemerintah, khususnya dinas terkait peka dengan fenomena ini. Jangan sampai tren ini dapat mempengaruhi prestasi anak-anak sekolah,” pintanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge