0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Pasar Burung Minta Peneduh

Pedagang burung Pasar Nglano resmi berjualan di kios (timlo.net/raymond)
Karanganyar — Penempatan pedagang burung berkicau di Pasar Nglano bukan berarti mereka puas. Ternyata, tempat jualan itu tak lebih baik dibanding berdagang kaki lima.
“Memang diberi kios gratis. Tapi di sini panas. Burung dagangan saya bisa sakit,” kata Ali, pedagang burung kios nomor 13 blok penjualan burung berkicau Pasar Nglano kepada Timlo.net, Minggu (16/7).
Ali mengatakan, sangkar-sangkar dipajang di depan kiosnya. Kebetulan ia mendapat jatah kios yang menghadap timur sehingga lebih banyak terpapar sinar matahari. Setahu dirinya, pohon-pohon akan tumbuh di halaman pasar untuk peneduh.
“Sudah ditanam. Tapi masih lama tumbuhnya. Itu tanaman talok,” katanya.
Selama menempati Pasar Nglano, ia mengaku butuh penyesuaian tidak sederhana. Penjualan belum ramai, berbeda dengan bisnisnya di tempat lama.
Kabid Pasar Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan UMKM Karanganyar Teguh Haryoko mengatakan, 38 pedagang bersurat hak penempatan (SHP) 28 kios. Di sebagian kios diisi dua sampai tiga pedagang.
“Dalam waktu dekat membentuk pengurus paguyuban. Pedagang mintanya seperti apa bisa lewat organisasinya,” kata Teguh.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge