0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepulangan Suporter Persis dari Rembang Dikawal Aparat

Kericuhan penonton antara tuan rumah PSIR Rembang kontra Persis Solo di Stadion Krida Rembang (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Rembang — Kericuhan antar penonton terjadi dalam pertandingan lanjutan liga 2 grup 4 antara tuan rumah PSIR Rembang kontra Persis Solo di Stadion Krida, Eembang, Minggu (16/7) sore. Laga harus dihentikan saat memasuki menit ke-50.

“Kedatangan sampai kepulangan sudah kami berikan prosedur untuk dikawal secara estafet hingga sampai Solo. Koordinasi dengan Polres terkait yang akan dilalui suporter Solo,” terang Kapolres Rembang, AKBP Pungky Santoso saat berada di tengah-tengah lapangan Stadion Krida, Minggu sore.

Sekitar lebih dari 2000 fans Persis menyambangi markas PSIR, tanpa atribut. Tak ada yang memprediksi bakal terjadi keributan, mengingat hubungan yang harmonis antara suporter Laskar Dampo Awang dan Laskar Sambernyawa.

Namun seketika berubah seketika setelah terjadinya gol tuan rumah PSIR di menit 48 lewat kaki Rudy Santoso. Sesaat kemudian, terjadi insiden aksi saling lempat antar kedua pendukung di tribun sisi timur maupun barat. Bench pemain Persis pun tak luput dari hujan lemparan benda atau botol air mineral.

Keributan meluas hingga membuat suporter PSIR berhamburan ke dalam lapangan, akibat jebolnya pagar pembatas. Sementara ribuan suporter Persis berhasil dievakuasi untuk segera dipulangkan dari Rembang. Suporter Persis atau Pasoepati langsung dipulangkan ke Solo untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mendapat pengawalan ketat dari Polresta Rembang.

“Saya melihat diawali dari lemparan, mengakibatkan banyak suporter menjadi panik. Sudah kami kendalikan, dan sistem sudah berjalan. Kami tidak punya kewenangan dengan status pertandingan ini. Dilanjutkan atau tidak, semua ada di PSSI,” tandas Kapolres.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge