0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Darurat Sangkrah Dikomplain Sempit, Ini Jawaban Pemkot

Walikota meninjau pasar darurat sangkrah saat peresmian, Minggu (17/6) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo mengakui kondisi pasar darurat Sangkrah kurang ideal. Pedagang diminta bersabar selama menempati lokasi sementara tersebut. Terlebih, mereka hanya berjualan di tempat itu selama sekitar enam bulan.

“Namanya darurat ya sabar dulu,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, usai peresmian pasar darurat, Minggu (17/6).

Pedagang diminta menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dengan luas lapak yang lebih sempit dari lapak di pasar Sangkrah, pedagang diharapkan dapat mengurangi jumlah barang yang dibawa ke kios. Barang yang tidak dapat dimuat di lapak bisa diletakkan di tempat lain untuk sementara.

“Kalau rumahnya dekat ya sebagian di rumah. Tidak harus semuanya dipajang. Baru nanti kalau butuh diambil,” kata Rudy.

Kepala Dinas Perdagangan, Subagyo mengaku tak punya pilihan selain mengurangi luas lapak. Hal itu disebabkan minimnya lahan yang tersedia. Luas lapak dan kios terpaksa dipangkas agar bisa menampung semua pedagang.

“Kita juga harus menyediakan tempat untuk kantor pasar,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar darurat yang kurang ideal. Kios yang tersedia untuk para pedagang dirasa sempit dan kurang kuat. Di Pasar Darurat, setiap pedagang los hanya mendapat jatah lahan seluas 1,5×1,5 meter. Sedangkan pedagang kios mendapat lahan sedikit lebih luas yaitu 2 x 2 meter.

Ngatinem, mengaku kesulitan menata dagangannya. Lahan seluas tiga meter persegi, kata dia hanya cukup untuk menampung beras saja.

“Itu pun tidak semua jenis. Belum lagi minyak, tepung, gula, dan lain-lainnya,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge