0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Keluhan Pedagang Tentang Pasar Darurat

Walikota meninjau pasar darurat sangkrah saat peresmian, Minggu (17/6) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar darurat yang kurang ideal. Kios yang tersedia untuk para pedagang dirasa sempit dan kurang kuat. Hal itu disampaikan saat peresmian pasar darurat oleh Walikota Solo, Minggu (16/7).

“Wah kalau segini mau nata dagangan bagaimana,” keluh salah satu penjual makanan ringan, Rebi Liastuti.

Ibu 65 tahun itu biasa berjualan di los seluas 2×2 meter di Pasar Sangkrah yang kini tengah direnovasi. Di Pasar Darurat, setiap pedagang los hanya mendapat jatah lahan seluas 1,5×1,5 meter. Sedangkan pedagang kios mendapat lahan sedikit lebih luas yaitu 2×2 meter.

Ngatinem, pedagang sembako mengeluhkan hal yang sama. Dengan luas yang minim, ia mengaku kesulitan menata dagangannya. Lahan seluas 3 meter persegi, kata dia hanya cukup untuk menampung beras saja.

“Itu pun tidak semua jenis. Belum lagi minyak, tepung, gula, dan lain-lainnya,” kata dia.

Ia menilai Pemerintah Kota setengah hati mengurus Pedagang Pasar Sangkrah. Sebagai pembanding, ia mengatakan pasar darurat untuk Pedagang Pasar Klewer jauh lebih baik. Kios dibangun dengan bahan gipsum dan atap baja ringan, lengkap dengan rolling door. Luas kios pun mencukupi untuk menampilkan barang dagangan.

“Kita cuma begini. Dari triplek dan kayu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge