0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembawa Acara ‘Katakan Putus’ Dikritik Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan Hamengku Bawono X (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Aksi pembawa acara reality show Katakan Putus saat syuting di Yogyakarta menuai reaksi kalangan keraton. Saat syuting di Plengkung Gading Selasa lalu, pembawa acara Ricky Komo menuruni Plengkung Gading tidak menggunakan tangga yang disediakan.

Ricky justru turun melalui pegangan tangga. Aksi Ricky inilah yang disesalkan sejumlah kalangan. Putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara ikut mengomentari kelakuan tak lazim Ricky Komo melalui akun instagram pribadinya @gkrbendara.

“Mau syuting film silahkan tp jaga sopan santun anda. Plengkung ini adalah situs bersejarah, anda boleh msh muda dan bukan asli jogja tp sopan santun terhadap benda bersejarah tetap dipatuhi. @lambe_turah tolong disampaikan, terimaksih,” komentar GKR Bendara lewat akun instagramnya.

Menanggapi aksi Ricky Komo saat menuruni tangga Plengkung Gading itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ikut angkat bicara. Sultan mengingatkan bahwa Plengkung Gading adalah salah satu cagar budaya di Yogyakarta dan merupakan situs bersejarah yang seharusnya dijaga kelestariannya.

“Itu monumen perlu dijaga,” ujar Sultan beberapa hari yang lalu.

Meski tak mengecam pelakunya, Sultan meminta agar wisatawan maupun masyarakat untuk menjaga kelestarian situs bersejarah yang ada di DIY. Menjaga situs bersejarah, lanjut Sultan, bukan hanya tugas pemerintah tetapi tugas semua pihak.

“Yang penting dijaga sajalah,” jelas Sultan.

Plengkung Gading sendiri memiliki sejarah dan merupakan salah satu bangunan milik Keraton Yogyakarta. Plengkung Gading dikenal pula dengan nama Plengkung Nirbaya. Kata Nirbaya berarti bebas dari bahaya duniawi, dalam pengertian sederhana.

Plengkung Gading ini merupakan salah satu gerbang Keraton yang letaknya ada di selatan Alun-alun Kidul, Yogyakarta. Plengkung Gading menjadi jalur yang digunakan ketika ada Raja Keraton Yogyakarta mangkat atau wafat dan akan dikebumikan di Makam Raja-raja Mataram yang ada di Imogiri. Sultan yang masih hidup pantang untuk melewati Plengkung Gading.

[pan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge