0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Komentar CEO Telegram untuk Kominfo

(merdeka.com)

Timlo.net – Pemblokiran layanan aplikasi chat Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengundang pro kontra. Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, berkomentar via akun Twitter resminya.

Durov sendiri belum dikonfirmasi Kominfo terkait pemblokiran Telegram. Dia mempertanyakan hal tersebut kepada pemerintah RI.

“Aneh rasanya, kami belum pernah menerima permintaan maupun keluhan dari pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidiki dan akan mengumumkan perihal itu,” cuit @durov, seperti dilansir, Sabtu (15/7).

Sepertinya Durov baru mengetahui hal itu dari seorang pengguna Twitter. Saat itu pengguna Twitter menanyakan rencana perihal pemblokiran Telegram yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Dear papa @durov apakah kamu dengar bahwa telegram akan diblokir di Indonesia? Aku akan sangat sedih jika itu terjadi,” ujar @auliafaizahr.

Meski begitu, pemblokiran itu belum sampai pada tak bisa diaksesnya mobile aplikasinya. Pemblokiran tersebut, baru di DNS-nya saja.

Adapun ke-11 DNS yang diblokir sebagai berikut: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

“Langkah (pemblokiran) ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge