0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kajari Sayangkan Sikap BNNP Denpasar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar musnahkan barang bukti kejahatan (merdeka.com)

Timlo.net – Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menyayangkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali yang kerap melakukan tindakan pemusnahan barang bukti hasil tangkapannya.

Kepala Keksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Erna Normawati Widodo Putri menegaskan, hanya pihak Kejaksaan lah yang memiliki kewenangan dalam proses pemusnahan barang bukti hasil kejahatan narkotika. Menurutnya hal itu sudah diatur dalam Pasal 91 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dia mengatakan prosedur pemusnahan narkotika dan prekursor narkotika tidak diperbolehkan pimpinan atau penyidik dari institusi lain (BNN/Polri) yang bisa melakukan pemusnahan tanpa adanya pengajuan penetapan dari kepala Kejaksaan Negeri setempat.

“Semua sudah ditetapkan sesuai amanah undang-undang bahwa tanpa adanya penetapan dari kepala Kejari setempat jelas tidak bisa atau dianggap melakukan pelanggaran. Karena bertentangan dengan ketentuan Undang-undang Pasal 91 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Erna, Sabtu (15/7).

Jadi, khusus perkara narkotika dan prekusor narkotika harus ada permohonan penetapan dari kajari setempat.

Dijelaskan Erna, dalam Pasal 91 UU Narkotika ayat (2), disebutkan, barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan, wajib dimusnahkan dalam waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak menerima penetapan pemusnahan dari kepala kejaksaan negeri setempat.

“Nah, ketentuannya begitu. Ya harus dijalankan. Selama UU belum dihapus berarti masih berlaku,” sentilnya.

Karenanya dia mempertanyakan adanya tindakan BNNP Bali melakukan tindakan sendiri dalam pemusnahan BB narkotika.

“Apakah sudah sesuai ketentuan, atau melanggar atau tidak, ketentuannya begitu. Sanksinya apa? Nah kami tidak tahu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali AKBP Ketut Artha yang dikonfirmasi terpisah via telepon, menyatakan jika selama ini pihaknya sudah tidak pernah menyalahi aturan dalam proses pemusnahan BB hasil kejahatan narkotika.

“Ketentuan administrasi sesuai Pasal 91 UU Nomor 35 Tahun 2009 sudah kami penuhi. Kami sudah buatkan berita acara maupun permohonannya,” ujarnya.

Lebih lanjut perwira polisi dengan pangkat dua melati di pundak ini menambahkan, selain ke kejaksaan, sebagaimana ketentuan Pasal 91 ayat (1) dan ayat (3) UU Narkotika, pihak penyidik BNN juga telah menembuskan berita acara ke ketua pengadilan negeri setempat, menteri, dan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Diakuinya selama berdiri BNNP Bali, telah melakukan pemusnahan sendiri sebanyak dua kali.

“Selama ini dua kali pemusnahan BB, baik narkotika 20 kilogram ganja dan 5 kilogram ganja,” akunya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge