0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Beresiko Tombok Puluhan Miliar, Ini Tanggapan Walikota

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Walikota FX Hadi Rudyatmo menanggapi santai resiko tombok yang ditanggung Pemerintah Kota Solo terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Ia menilai alokasi DAK Fisik untuk Pemkot Solo relatif kecil.

“Kita kan yang (DAK) fisik cuma berapa itu. Sedikit,” kata Walikota Hadi Rudyatmo, Sabtu (15/7).

Seperti diketahui, kemungkinan besar Pemkot Solo harus tombok hingga Rp 24,95 miliar. Pasalnya, anggaran Triwulan mendatang terancam tidak cair. Hal itu disebabkan minimnya serapan DAK Fisik di lingkungan Pemkot.

Dari tujuh bidang penerima DAK Fisik, hanya bidang Kesehatan dan KB mampu menyerap anggaran di atas 75 persen. Angka minimal untuk dapat menerima DAK pada triwulan mendatang. Serapan enam bidang lain masih di bawah kriteria yang ditetapkan Menteri Keuangan. Bahkan serapan di empat di lain yaitu bidang Pendidikan, Pasar, Pertanian, dan Pariwisata masih nol persen.

“Tidak masalah nanti diambilkan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” kata Walikota.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengaku terpaksa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi secara elektronik.

“Makanya ini e-Retribusi dan e-Pajak kita dorong terus untuk meminimalisir kebocoran,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge