0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BNN Sedang Memburu Sindikat Narkoba Kelas Kakap

Penyelundupan sabu satu ton di Anyer digagalkan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Terbongkarnya penyelundupan sabu seberat satu ton bak sambaran petir di di siang bolong. Betapa tidak, sabu senilai Rp 1,5 triliun tersebut akan dipasarkan di Ibukota.

Setidaknya, ada lima juta jiwa terancam teler akibat mengonsumsi barang haram asal Taiwan itu.

Adalah Gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya beserta Polresta Depok yang membongkar sindikat Narkoba internasional tersebut.

Barang haram itu diamankan di dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten. Paket sabu itu dikemas dalam 27 kotak di dalam mobil Inova gold dan 24 kotak di Inova hitam. Jadi total ada 51 kotak dengan estimasi tiap bruto masing-masing 20 kilogram sehingga berat total keseluruhan mencapai 1 ton.

Dari pengungkapan itu, terdapat empat pelaku dimana semuanya merupakan warga negara asing asal Taiwan.

Mereka yakni, CWV dan LGY, sedangkan satu lainnya yang berperan sebagai bos atau pengendali yakni LMH ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. Sementara satu orang lainnya HYL berhasil kabur dan masih dalam pengejaran polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menegaskan, sabu yang disita pihaknya merupakan kualitas yahud.

“Kualitas sabu-sabu yang berhasil kita amankan ini yang paling bagus, kristal,” kata Irjen Pol Mochamad Iriawan kepada wartawan, beberapa hari lalu.

Seiring dengan terungkapnya penyelundupan sabu berjumlah fantastis itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengungkapkan pihaknya juga tengah memburu sindikat Narkoba kelas kakap.

“Kemarin ada yang lolos lebih besar dari itu (dari yang satu ton) dan masuk ke Indonesia,” ujar Waseso di Masjid Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/7).

“Itu sedang diikuti, saya yakin ada (pengendalian dari Lapas). Sekarang sedang penelusuran di semua wilayah kita kerjasama Polri, TNI, Bea dan Cukai,” tambahnya.

Meski demikian, Waseso enggan membeberkan lebih rinci dengan alasan penyidik tengah bekerja.

“Saya tidak bisa katakan sekarang karena itu kerahasiaan kita dan sedang kita ikuti ya. Tapi yang pasti yang lolos kemarin itu lebih besar dari yang ditangkap satu ton itu saja,” tandasnya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge