0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PLS Ketahuan Perpeloncoan, Kepsek Bakal Kena Sanksi

Siswa baru mengikuti program pengenalan lingkungan sekolah (dok.timlo.net/agung widodo )

Wonogiri — Sanksi tegas bagi sekolah, khususnya menjelang tahun ajaran baru 2017/2018, khususnya dalam masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang terbukti masih menerapkan perpeloncoan. Tak hanya itu saja, pemerintah juga melarang keras adanya atribut yang nyeleneh dikenakan siswa baru dan terlebih lagi penggunaan hukuman fisik bagi siswa baru.

“Sejak dulu kami sudah melarang penggunaan atribut yang nyeleneh-nyeleneh dalam PLS. Itu sangat tidak mendidik,” tegas Kepala Disdikbud Wonogiri, Siswanto, Jumat (14/7).

Disebutkan, atribut nyeleneh, misalnya, pakaian yang dihiasi rumbai-rumbai dari tali plastik dan semacamnya. Termasuk pula topi dan karung-karung goni maupun alat-alat aneh lainnya. Menurutnya, tidak ada sisi mendidik sedikitpun dari penggunaan atribut tersebut. Justru yang ada hanyalah rasa malu bagi siswa yang menggunakannya. Juga pandangan risih dari orang lain yang kebetulan melihatnya.

“Mohon pihak sekolah mengindahkan hal ini. Jika nanti sampai ada yang nekat melanggar, akan langsung kami panggil kepala sekolahnya. Akan kami beri sanksi yang tegas, “ kata dia.

Siswanto menambahkan, seharusnya PLS menjadi masa bagi siswa baru untuk mengenal sekolah baru. Semestinya pula diisi dengan kegiatan mendidik. Misalnya penggalian potensi seni maupun pendekatan dengan kegiatan keagamaan dan olahraga melalui beragam permainan menarik. Atau kegiatan lain, sepanjang tidak menggunakan aktifitas fisik berat, terlebih sampai menggunakan hukuman fisik. Soal pengemasan, diserahkan pihak sekolah. Asalkan semua itu tidak memberatkan murid dan orang tua wali.

“Kami berharap, semua pihak dapat memahami Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge