0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berniat Membasmi Hama, Yahno Tewas

(Ilustrasi) Tewas tenggelam (dok.merdeka.com)

Wonogiri — Petani asal Kecamatan Manyaran ini bernasib tragis, niat membasmi hama di sawah namun justru nyawanya sendiri yang melayang. Setelah dirinya terpeleset jatuh ke dalam luweng (sumber air bawah tanah) sedalam empat meter, Jumat (14/7).

“Korban atas nama Yahno(65) warga Dusun Gunungmas RT3/RW10 Kelurahan Pagutan, KecamatanManyaran,” beber Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora melalui Kapolsek Manyaran Kompol I Made Mastika.

Awalnya sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan kepada istrinya Karmi (60) untuk pergi ke sawah hendak menyemprot hama dengan menggunakan handsprayer. Namun hingga siang hari korban belum juga pulang ke rumah. Karena khawatir, istri korban kemudian mencarinya ke sawah. Sesampainya di sawah, tepatnya di dekat sumber air atau luweng, ia mendapati handsprayer berada di bibir luweng, tapi sang suaminya tidak nampak batang hidungnya.

Selanjutnya, ia melongok ke dalam mulut luweng, dan terlihat topi dan ember mengapung di atasnya. Melihat hal itu ia curiga, sang istri pun pergi ke desa meminta bantuan warga sekitar. Oleh warga, dengan menggunakan sebatang bambu diperiksalah dasar luweng yang sedalam empat meter tersebut.

Batang bambu yang digunakan itu menyentuh tubuh Yahno yang berada di dasar luweng. Selanjutnya, warga beramai- ramai melakukan evakuasi dengan alat seadanya, tubuh korban berhasil diangkat dari dalam luweng, namun pria tua itu sudah meninggal dunia.

“Ada dugaan korban ini terpeleset saat akan mengambil dari luweng tersebut, kemudian tenggelam hingga meninggal dunia. Hal ini juga diperkuat dengan adanya hasil pemeriksaan medis yang menyebutkan tidak nampak adanya tanda- tanda atau bekas penganiayaan, di tubuh korban,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge