0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DAK Terancam Tak Cair, Pemkot Kelabakan Genjot PAD

Yosca Herman Sudrajat (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo kemungkinan besar harus menanggung beban tambahan pembangunan fisik sebesar Rp 24,95 Miliar. Sedianya pembangunan fisik tersebut dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2017. DAK tersebut kemungkinan besar batal cair karena serapan dari Pemkot Solo jauh di bawah standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Tergantung nanti teman-teman bisa nggak mencapai 75 persen sebelum 21 Juli,” kata Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Agus Suyamto, Jumat (14/7).

Hal tersebut agaknya sulit terwujud mengingat serapan DAK yang cair pada Triwulan pertama baru sekitar 45 persen. Padahal untuk dapat mencairkan DAK Triwulan selanjutnya, serapan per bidang minimal 75 persen dengan. Laporan harus sampai ke meja Menteri Keuangan sebelum 21 Juli besok. Hanya satu dari tujuh bidang penerima DAK Fisik yang sudah memenuhi syarat.

Melihat kondisi tersebut, Kepala BPPKAD Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengaku kesulitan. Pihaknya terpaksa menggenjot Pendapatan Asli Daerah  (PAD) untuk menutup kekurangan.

“Mau gimana lagi. Kita upayakan bisa tertutup dari pendapatan pajak dan retribusi,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, DAK Fisik senilai Rp 24,95 Miliar untuk Pemerintah Kota Solo terancam tidak cair. Hal ini disebabkan minimnya serapan DAK pembangunan fisik di Kota Bengawan. Rerata serapan tujuh bidang penerima DAK Fisik hanya mencapai 43 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge