0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DAK Rp 24,95 M untuk Pemkot Solo Terancam Tidak Cair

Realisasi DAK 2017 (ist)

Solo — Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik senilai Rp 24,95 Miliar untuk Pemerintah Kota Solo terancam tidak cair. Hal ini disebabkan minimnya serapan DAK pembangunan fisik di Kota Bengawan. Rerata serapan tujuh bidang penerima DAK Fisik hanya mencapai 43 persen.

“Padahal syarat agar DAK Fisik untuk triwulan selanjutnya minimal 75 persen per bidang. Bukan keseluruhan. Kalau kurang dari itu (75 persen). Tidak akan cair,” kata Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Agus Suyamto.

Tahun 2017, Pemkot Solo mendapat DAK Fisik sekitar Rp 56,37 Miliar untuk lima bidang reguler dan dua bidang penugasan. Pada triwulan pertama, dicairkan sekitar Rp 16,8 Miliar. Sampai saat ini, DAK tersebut baru tersalurkan sekitar Rp 9,552 Miliar atau setara 43 persen.

Dari tujuh bidang penerima DAK, hanya Bidang Kesehatan dan KB yang memenuhi syarat untuk menerima DAK untuk Triwulan selanjutnya. Sedangkan DAK untuk enam bidang lain terancam mandeg karena serapan anggaran yang masih di bawah 75 persen. Enam bidang tersebut yaitu Pendidikan, Perumahan dan Permukiman, Pertanian, Pariwisata, Jalan, dan Pasar.

“Kalau sampai 21 Juli besok serapannya masih di bawah 75 persen dan laporannya belum sampai ke pusat. Anggaran untuk triwulan selanjutnya tidak akan cair,” kata dia.

Kondisi ini diakui dilematis. Apalagi, peraturan baru tersebut baru diterima Pemkot Solo secara resmi 4 April lalu. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, Suyamto  pesimis Pemerintah Pusat mau memberi toleransi dalam hal ini.

“Pengalaman dari dulu, Pemerintah Pusat untuk masalah semacam ini tidak mau kasih toleransi,” keluhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge