0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Payudara Palsu Bisa Selamatkan Wanita Dari Tembakan Peluru

Implan payudara. (Dok; Timlo.net/ surgicalproductsmag.com.)

Timlo.net—Wanita berpayudara palsu bisa selamat saat ditembak peluru. Implan payudara rupanya bisa memperlambat laju peluru saat ditembakkan ke arah dada. Para peneliti menyimpulkan hal ini dalam sebuah penelitian yang aneh.  Mereka menemukan jika peluru melaju 20 persen lebih lambat saat ditembakkan ke dalam implan payudara. Dengan demikian organ-organ vital wanita bisa aman.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, payudara palsu menjadi tren. Banyak wanita yang menjalani operasi pembesaran payudara dengan memasang implan. Salah satu di antaranya adalah wanita Kanada bernama Eileen Likness itu. Dia mengaku jika payudara palsunya menyelamatkan dia saat ditembak. Dalam sidang pengadilan mantan pacarnya yang mencoba membunuhnya, dia mengaku jika dia selamat berkat implan payudara.

Tembakan peluru ke bagian dada seringkali fatal karena area itu merupakan tempat organ vital dan sebagian besar pembuluh darah. Untuk membuktikan kebenaran manfaat implan payudara ini, University of Utah, Amerika Serikat (AS), mengadakan sebuah eksperimen.  Mereka menganalisa peluru yang ditempatkan ke dalam gel sintetis serupa dengan jaringan manusia. Lalu mereka menguji jika implan payudara bisa memperlambatnya.

Senjata api digunakan dalam jarak 2,5 meter. Implan payudara yang digunakan adalah implan untuk payudara ukuran D, sekitar 750 cm kubik. Saat diperiksa lebih dekat, para peneliti menemukan jika bentuk peluru berubah saat ditembakkan pada implan. Peluru menjadi lebih datar dan lebar. Dalam the Journal of Forensic Sciences, mereka menyatakan jika implan memperlambat peluru.  Pemimpin penelitian Christian Pannucci percaya jika implan juga melindungi orang dari luka tusuk dan kecelakaan. “Anda bisa menganggapnya sebagai tas udara kecil,” katanya.

Tapi para ahli lain berpendapat jika implan payudara memiliki efek sebaliknya dan bisa menimbulkan masalah berbahaya. Dr. Anand Deva dari Macquarie University, Australia berkata dia merawat seorang pasien dengan implan yang rusak setelah ditembak.

“Penelitian itu menarik, tapi tidak tepat kalau mereka berkata implan bisa menggantikan rompi anti peluru,” katanya.

Sumber: Daily Mail

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge