0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perangi Kasus Asulisa, Bupati Ancam Cabut Ijin Hotel Melati

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Dalam waktu dekat, Pemkab Wonogiri bakal mengundang pemilik hotel kelas melati yang beroperasi di Wonogiri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kasus-kasus  kriminalitas yang berbasis moralitas.

“Kita awalnya akan verifikasi perijinan mereka, apakah sudah benar-benar memenuhi klausul-klausul perijinan dan juga kewajibannya, tapi pada intinya kita ingin agar pengelola hotel ini memiliki satu komitmen dan bukan hanya mengejar sisi finansial saja,” beber Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat ditemui Timlo.net, di Gedung DPRD Wonogiri, Jumat (14/7).

Bupati menyebut, kasus asusila yang dilakukan dua pelajar, HR (17) dan MPK alias Putri (15) asal Kecamatan Ngadirojo pekan lalu, yang kini berujung pada ranah hukum, hotel melati dituding tidak selektif dalam menerima tamu. Seharusnya, pihak hotel memiliki standar atau batasan-batasan terkait pengunjung hotel. Saat ini, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan bagian perijinan (BPMPP) dan juga Satpol PP.

“Maka saya tegaskan, kami tidak akan segan-segan mencabut ijin operasional mereka (hotel melati). Apabila mereka tidak mengindahkan etika yang ada terlebih kita saat ini tengah gencar-gencarnya memerangi kasus-kasus asusila yang belakangan marak terjadi di Wonogiri,” kata Bupati.

Terlepas dari itu, kata Bupati, perlu terbangun adanya satu komitmen bersama dalam memerangi tindakan amoral yang tengah mewabah di Wonogiri. Sehingga, ketika bicara perijinan, bukanlah satu jaminan akan legalitas. Bupati pun menyebut,setelah dilakukan pembinaan, jika masih ada kasus serupa yang terjadi di hotel melati maka akan segera menindaklanjuti dengan sangsi tegas.

“Kalau tidak dipertegas mau jadi apa Wonogiri ini ke depannya,” jelasnya.

Saat ditanya jika langkah tersebut akan berdampak pada melemahnya pendapatan asli daerah (PAD), khususnya pajak dari sektor perhotelan, dengan tegas Bupati Joko Sutopo menyatakan, tidak masalah.

“Tidak masalah merosot omzet PAD kita, daripada omzet pariwisata naik tapi kalau moralitas generasi kita bubrah tidak karuan, mendingan tidak usahlah. Apa hebatnya sektor pariwisata kita,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge