0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gubernur Diminta Segera Tetapkan Kuota Taksi Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pemerintah Kota Solo mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menetapkan kuota taksi di Jawa Tengah, khususnya untuk Kota Solo. Absennya kepastian hukum terkait moda transportasi khusus nontrayek itu menimbulkan polemik di masyarakat.

“Gubernur harus segera membuat Peraturan Gubernur yang menetapkan kuota taksi. Kalau tidak bisa kacau,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (14/7).

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 26 tahun 2017 disebutkan bahwa izin operasional taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) diterbitkan berdasarkan kuota yang ditetapkan gubernur. Sampai saat ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum menerbitkan aturan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri yang terbit 1 April lalu itu.

Menurut Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, dampak dari ketidakpastian regulasi tersebut sangat luas. Tak hanya sekadar menimbulkan gesekan antara perusahaan taksi resmi dan taksi berbasis aplikasi yang belum berizin. Kuota taksi harus segera ditetapkan dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

“Efeknya nanti ke emisi gas buang. Kalau tidak dibatasi atau diatur, semua nekat beroperasi. Yang rugi nanti anak cucu kita,” kata Rudy.

Sebagaimana diketahui, Selasa (11/7) lalu, ratusan pengemudi taksi dari seluruh perusahaan taksi di Solo mogok setengah hari. Mereka menuntut ketegasan Pemerintah terkait beroperasinya UberX dan GoCar di Solo meskipun dinyatakan ilegal oleh Pemkot. Rabu (12/7) lalu, Rudy langsung menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk membicarakan aspirasi perusahaan taksi tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge