0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cemburu, Empat Pemuda Ini Main Keroyokan

Ilustrasi Pengeroyokan (merdeka.com)

Timlo.net — Berlatar belakang asmara, Kukuh Pangudi (19). warga Argomulyo, Kecamatan Cangkringan menjadi sasaran pengeroyokan dan penganiayaan empat orang pemuda di daerah Candibinangun, Pakem , Sleman pada Selasa (11/7) lalu.

Kukuh yang dituding kerap menghubungi pacar salah seorang pelaku yang berinisal CV (19), warga Banjaran, Wonokerto, Turi, Sleman mengalami luka lebam dan bacok pada tubuhnya akibat pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

Kapolsek Pakem, Kompol Sudaryanto menceritakan bahwa penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh CV dilatarbelakangi rasa cemburu karena korban kerap menghubungi pacarnya. karena cemburu, lanjut Sudaryanto, CV pun mengajak ketiga rekannya yaitu AL (19) warga Turi, Sleman, W (19) warga Tridadi, Sleman dan DN (18) warga Krapyak, Sleman untuk mengeroyok Kukuh.

“Oleh otak pelaku yaitu CV, korban diajak untuk bertemu di bulak persawahan yang berada di Candibinangun, Pakem pada Selasa, 11 Juli 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat datang ke lokasi pertemuan, korban langsung dikeroyok oleh CV dan rekan-rekannya,” papar Sudaryanto, Kamis (13/7).

Sudaryanto mengungkapkan, bahwa korban dikeroyok dengan tangan kosong, benda tumpul maupun senjata tajam. Akibatnya, Korban mengalami luka sobek di kepala bagian belakang dan punggung. Luka ini, Lanjut Sudaryanto, diduga disebabkan oleh bacokan senjata tajam. Selain itu, korban juga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

“Petugas yang mendapatkan laporan adanya penganiayaan dengan langsung bergerak cepat mencari para pelaku. para pelaku kami tangkap saat sedang bersembunyi di rumah CV pada Rabu, 12 Juli 2017 malam,” terang Sudaryanto.

Sudaryanto menguraikan bahwa saat ini keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan terkait peran masing-masing dalam menganiaya dan mengeroyok korban. Dari tangan para pelaku, petugas kepolisian mengamankan sebilah senjata tajam dan dua sepeda motor.

“Dari hasil melihat luka korban, kami menduga senjata tajam yang digunakan tidak hanya satu saja. Saat ini masih kami dalami. Sedangkan untuk korban saat ini masih dirawat di rumah sakit,” tandas Sudaryanto.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge