0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dirut PT Sang Hyang Seri Ditahan Terkait Kasus Korupsi Cetak Sawah

Ilustrasi Korupsi (merdeka.com)

Timlo.net — Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri hari ini Kamis (13/7), melakukan penahanan terhadap Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Upik Rosalina Wasrin. Dirinya ditahan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi cetak sawah pada tahun 2014.

“Perempuan ini, mantan Asisten Deputi (Asdep) Primer 2 Kementerian BUMN, sekaligus Dirut PT Sang Hyang Seri, atas dugaan tindak pidana korupsi dalam Jasa Konsultasi dan Konstruksi cetak sawah tahun 2012 s/d 2014 di Ketapang, Kalimantan Barat,” kata Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/7).

Dalam kasus cetak sawah tersebut, modus yang digunakan oleh Upik adalah pengadaan lahan untuk sawah yang tidak melalui proses yang benar. Sehingga tanah yang diadakan tersebut tidak dapat digunakan untuk persawahan.

“Dari kasus tersebut (cetak sawah), Upik merugikan uang negara dengan jumlah yang cukup besar Rp 67.962.851.000 dan keuangan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 69.370.266.079,” ujarnya.

Selain Upik, Dittipidkor juga menangkap Direktur Utama BPD Papua Johan Kafiar yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit kepada PT Sarana Bahtera Irja.

“Johan Kafiar, Dirut BPD Papua, atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit kepada PT.Sarana Bahtera Irja tahun 2008 – 2014,” ucapnya.

Modus yang dilakukan oleh Johan ialah pemberian kredit kepada PT. Sarana Bahtera Irja yang tidak sesuai dengan peraturan undang-undang yang mengakibatkan kerugian negara.

“Kasus pemberian kredit, modusnya kredit kepada PT.SBI diberikan tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.270.260.547.382,” ujarnya.

Dalam kedua perkara ini, polisi hanya baru menahan masing-masing perkara satu orang. Namun, penyidik masih melakukan pengembangan untuk kedua perkara tersebut.

“Tersangka dimasing-masing perkara masih satu orang, namun penyidik masih mengembangkan untuk tersangka berikutnya,” tandasnya.

Untuk kedua tersangka tersebut yakni Upik dan Johan, sudah ditahan di Polda Metro Jaya, atas kasus yang mereka perbuat yakni tindak pidana korupsi.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge