0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran FLPP Dipangkas, Bank Penyalur KPR Tetap Optimis

perumahan rakyat (dok.merdeka.com)

Solo — Sejumlah perbankan masih optimis dapat memaksimalkan layanan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meski pemerintah telah memangkas anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pasalnya, produk KPR yang dilakukan oleh perbankan tidak hanya mengandalkan anggaran FLPP melainkan juga ada program subsidi selisih bunga (SSB).

“Kita tidak cukup khawatir dengan adanya pemangkasan FLPP dari pemerintah. Karena di Bank Jateng sendiri masih ada produk SSB untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah subsidi,” ujar Kepala Cabang Bank Jateng Solo, Irianto Harko Saputro saat dihubungi wartawan, Kamis (13/7).

Dirinya menyebut, saat ini penyaluran KPR dengan menggunakan fasilitas FLPP yang dilakukan oleh Bank Jateng sudah melebihi dari target. Namun demikian, permohonan KPR untuk rumah subsidi dari masyarakat masih tetap dilayani dengan menggunakan layanan SSB.

“Target kita tahun ini sebanyak 200 unit. Dan hingga saat ini sudah terealisasi,”  jelasnya.

Sementara itu, Branch Manager BTN Syariah cabang Solo, RR  Anggarani secara terpisah menyampaikan, meski saat ini bank yang digawanginya itu sudah tidak lagi menjadi penyalur FLPP dari pemerintah namun pihaknya masih tetap optimis tidak mengganggu layanan yang diberikan.

“Kita optimis target KPR tahun ini dapat terealisasi. Karena meski tidak menyalurkan FLPP lagi, kita masih ada program SSB yang dapat dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah,” terangnya.

Subsidi selisih bunga, menurutnya cukup membantu bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan perumahan. Pasalnya,  uang muka yang ditawarkan cukup ringan, yaitu hanya satu persen hinga lima persen dengan bunga lima persen selama 20 tahun.

Sebagai informasi, pemerintah melalui kementerian terkait telah melakukan pemangkasan anggaran FLPP cukup signifikan. Yaitu dari anggaran sebelumnya Rp 9,7 Triliun menjadi Rp 3,1 Triliun.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge