0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemangkasan Anggaran FLPP Pengaruhi Permintaan Rumah Subsidi

Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Pemangkasan anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang dilakukan pemerintah dapat memberikan dampak negatif kepada permintaan rumah subsidi. Pasalnya, fasilitas tersebut selama ini dianggap menjadi andalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah idaman.

“Maskipun pengaruhnya tidak terlalu banyak, tapi kemungkinan besar akan menurunkan permintaan rumah subsidi,” ujar Ketua REI SolorayaAnthony Abadi Hendro P saat dihubungi wartawan, Kamis (13/7).

Menurutnya, kondisi itu akan memperparah kondisi pengembang perumahan untuk merealisasikan program satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pasalnya, selain pemangkasan anggaran FLPP pengembang perumahan subsidi di Soloraya saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan ijin dari pemerintah daerah.

“Potensi di Soloraya ini sebenarnya cukup besar yaitu ada sekitar 4000 an unit, namun hingga saat ini belum bisa dibangun karena persoalan ijin yang dikeluarkan oleh Pemda,” jelasnya.

Terkait dengan evaluasi pembangunan rumah subsidi pada semester pertama. Anthony menyebut baru sekitar 250 unit yang terjual. Padahal hingga akhir tahun target dari REI Soloraya sendiri dapat menjual 4000 unit.

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat baru-baru ini melakukan pemangkasan anggaran FLPP cukup signifikan. Yaitu dari anggaran sebelumnya Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun. Namun sebagai kompensasinya ada kenaikan pada program subsidi selisih bunga (SSB) yang sebelumnya Rp 312 miliar menjadi Rp 615 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge