0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peserta JKN-KIS Diimbau Deteksi Dini Kanker Serviks

Layanan pemeriksaan kanker serviks yang dilakukan BPJS Kesehatan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengimbau peserta JKN-KIS untuk dapat melakukan pemeriksaan penyakit kanker serviks sebagai langkah deteksi dini. Pasalnya selain dapat mengacam kesehatan, panyakit tersebut umumnya sulit terdeteksi ketika masih dalam stadium awal.

“Kita menghimbau agar peserta dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena kalau tidak dilakukan pemeriksaan, sulit mendeteksi penyakit kanker serviks apabila masih dalam tahap stadium awal,” ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Solo, Ildha Nurul Fajri kepada wartawan, Kamis (13/7).

Alasan melakukan imbauan itu, karena menurut Ildha Nurul Fajri, kasus kematian di Indonesia akibat penyakit kanker serviks cukup tinggi. Bahkan dari data hingga 2016, kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan lanjutan sedikitnya mencapai 12.820 atau dengan total biaya mencapai Rp 56,5 miliar. Sementara di tingkat rawat inap tingkat lanjutan tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

“Yang perlu diperhatikan masyarakat adalah bahwa penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan kalau masih dalam tahap awal dan akan sulit disembuhkan apabila sudah stadium lanjut. Oleh karena itu upaya pencegahan dan deteksi dini perlu untuk dilakukan,” jelasnya.

Dalam melakukan pemeriksaan kanker serviks, lanjut Ildha, ada dua metode yang digunakan, yaitu IVA dan papsmear. Apabila ditemukan ada peserta JKN-KIS yang positif mengidap penyakit itu, menurutnya akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Terkait biaya tidak perlu khawatir, karena BPJS Kesehatan akan menanggung semuanya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge