0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Investasi Bodong Pasutri, Ini Modus yang Digunakan

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo menunjukkan pasangan suami istri yang melakukan aksi tipu-tipu dengan modus investasi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dalam menggaet calon korban, pelaku kasus investasi bodong yang merupakan pasangan suami-istri  (Pasutri) Dina Yunita (40) dan Djody Wisnubroto (45) tergolong lihai. Selain mengeruk keuntungan dari para korbannya, kedua pelaku juga memanfaatkan mereka sebagai agen untuk mencari mangsa baru.

“Jadi, korban yang telah masuk jeratan pelaku ini diiming-imingi imbalan tertentu untuk mencari korban. Namun, mereka tidak sadar telah dijadikan agen dan dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan pelaku,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Kamis (13/7) siang.

Modus ini diketahui setelah adanya laporan dari tiga orang yang mengaku sebagai korban investasi bodong yang dilakukan oleh dua pelaku warga Jl Arifin No10 RT06/ RW03 Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Kota Solo tersebut.

Tiga orang yang melapor tersebut masih dalam keluarga dekat, yakni paman dan keponakan. Setelah salah seorang diantaranya menjadi korban, lalu mereka mengajak keluarganya untuk ikut investasi yang ditawarkan.

“Investasinya berupa emas. Korban disuruh membeli emas lalu diberikan janji bagi keuntungan hingga lima persen,” terang Kasat.

Pihaknya menduga, masih banyak korban lainnya yang menjadi aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh pelaku. Ia menghimbau, siapa saja yang menjadi korban pelaku segera melapor ke Polresta Solo.

“Tidak menutup kemungkinan, warga luar Solo juga ikut menjadi korban,” kata Kompol Agus Puryadi.

Seperti diketahui, Dina Yunita dan Djody Wisnubroto, dua pelaku aksi tipu-tipu diringkus jajaran Satreskrim Polresta Solo, awal pekan kemarin. Penangkapan tersebut dilakukan, setelah adanya dua laporan dari korban investasi bodong yang dijalankan oleh keduanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge