0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Guru Harus Jadi Pembimbing yang Menyenangkan Bagi Siswa

Pengajar Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Suharno (kanan) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pengajar Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Suharno menyatakan, pendidikan di Indonesia baru mampu membuat siswa pintar, namun belum mampu membangun karakter. Akibatnya selepas bangku sekolah siswa belum mampu mandiri.

“Untuk itu pola pendidikan dan pembelajaran harus segera diperbaiki dan dibenahi dengan sungguh-sungguh. Tidak sekadar retorika semata,” ungkap Suharno yang juga Direktur Amalia Consulting, saat tampil sebagai narasumber Workshop Menciptakan Pembelajaran Fun dan Antusias yang diselenggarakan SMK Bhakti Oetama, Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (13/7).

Menurut Suharno, pertama kali yang perlu diubah adalah sikap dan perilaku guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. “Kurikulum tidak perlu gonta-ganti, sudah cukup ideal,” katanya.

Menurut Suharno yang juga Kepala Humas Unisri, permasalahan utama dalam pelaksanaan pembelajaran ada di guru. Sudah mendapat Bintek, namun saat di depan kelas, guru mengajar tetap konvensional. Perannya masih dominan mengajar, orientasi pada target materi. Sehingga terkadang melupakan subtansi materi.

“Mestinya peran guru yang utama hanya tiga sebagai fasilitator, motivator dan evaluator ” ungkapnya.

Sehingga saat ini siswa menerima pembelajaran hanya pada tataran knowledge, skills nanggung dan atittude tidak tergarap sama sekali. Padahal kunci sukses sangat ditentukan pada atittude atau sikap mental yang merupakan landasan utama dalam membentuk karakter.

“Guru harus menempatkan diri sebagai pembimbing yang menyenangkan bagi siswanya. Bukan sekadar menguji dan menjadi sosok yang ditakuti murid. Mengajar harus ikhlas, penuh dedikasi, antusias dan fun,” pesan Suharno di hadapan guru dan Kepala SMK Bhakti Oetama.

Kepala SMK Bhakti Oetama Bambang R Soetomo menjelaskan, workshop diselenggarakan guna memotivasi para guru agar semakin profesional dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge