0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Font Huruf Calibri Digunakan Untuk Ungkap Korupsi di Pakistan

Berbagai font Microsoft. (Dok: Timlo.net/ The Verge. )

Timlo.net—Font Calibri milik Microsoft sekarang menjadi bukti kunci dalam penyelidikan kasus korupsi yang dituduhkan kepada perdana menteri Pakistan. Para penyelidik melihat jika dokumen-dokumen yang diserahkan oleh puteri perdana menteri, Maryam Nawaz Sharif diketik dengan huruf Calibri. Dokumen-dokumen itu dikatakan ditulis tahun 2006. Padahal saat itu, font itu belum tersedia, hal ini berarti dokumen-dokumen itu dipalsukan.

Para penyelidik yang ditunjuk pengadilan Pakistan itu mengirim dokumen-dokumen itu ke sebuah laboratorium (lab) untuk diuji. Lab itu melihat adanya keanehan, salah satu ahli berkata, “Calibri tidak tersedia secara komersial sebelum 31 Januari 2007..deklarasi yang diaku asli itu memiliki tanggal yang salah dan diciptakan beberapa saat kemudian.”

Calibri sendiri sudah ada sebelum 2007 tapi tersedia secara terbatas. Maryam menolak hasil penyelidikan itu. Dia meretweet sebuah screenshot dari halaman Quora, menyatakan jika Calibri tersedia dalam Windows beta sejak 2004. Apakah tahun itu akurat tidak diketahui, tapi memang Calibri sudah tersedia secara terbatas pada 2006.

Perusahaan pencipta font, LucasFonts dimintai keterangan terkait waktu penciptaan font itu. Perusahaan itu berkata jika Calibri dikirim ke Microsoft dalam bentuk jadi pada 2004. Lalu dirilis kepada masyarakat dalam bentuk beta pada 2006. “Kami tidak tahu pasti tanggalnya saat dirilis kepada masyarakat [tapi] sangat tidak mungkin jika seseorang akan menyalin font dalam bentuk beta untuk digunakan dalam dokumen resmi,” kata seorang perwakilan dari LucasFonts.

Penyelidikan itu berasal dari bocoran Panama Leak pada 2016. Dokumen itu mengungkapkan identitas para klien firma hukum yang memiliki akun offshore. Anak-anak Perdana Menteri Nawaz Sharif disebutkan dalam dokumen itu. Dokumen itu menyebutkan beberapa perusahaan yang tidak bisa dikonfirmasi oleh keluarga Nawaz. Pengadilan Tinggi di negara itu memerintahkan sekelompok penyelidik untuk menyelidiki masalah itu. Hasil laporan dirilis minggu ini.

Para penyelidik percaya jika keluarga itu memiliki lebih banyak aset dibandingkan yang mereka akui. Mereka juga dituduh memalsukan dokumen untuk menyembunyikan aset-aset itu. Ada beberapa pihak mendesak perdana menteri untuk mundur. Tapi dia berencana untuk maju ke pengadilan hingga kasusnya selesai. “Setiap kontradiksi tidak hanya akan dilawan tapi dihancurkan di [Pengadilan Tinggi],” tulis puteri perdana menteri di Twitter.

Sumber: TheVerge.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge