0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Geledah Sebuah Rumah di Bandung, Densus 88 Temukan Ini

Densus geledah rumah kontakan terduga teroris (merdeka.com)

Timlo.net — Kepolisian menggeledah sebuah rumah terduga teroris di Jalan Caringin, Gang Karya Bakti, RT 03 RW 04 Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (12/7) sore.

Penggeledahan ini dilakukan sebagai pengembangan terkait bom panci yang meledak di sebuah rumah kontrakan di Buah Batu, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Tim Densus 88 Antiteror dibantu anggota Polda Jabar, dan Inafis Polrestabes Bandung menggeledah rumah terduga teroris yang diketahui berinisial AAS (25).

AAS sendiri ditangkap Densus di wilayah Cibiru Kota Bandung pada Selasa malam. AAS diduga memiliki keterlibatan dengan jaringan bom panci AW di Sekejati, Kota Bandung.

“Terduga diamankan Tim Densus pada selasa malam. Dia diamankan karena diduga ada keterlibatan dengan AW,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di lokasi penggeledahan.

Yusri mengatakan AAS mengetahui teror yang direncanakan AW. Bahkan AAS diduga melihat saat AW meracik bom panci yang meledak di rumah kontrakannya.

“Dia melihat AW saat meracik bom dan mengetahui rencana peledakan yang akan dilakukan oleh AW,” katanya.

Rumah AAS yang terletak di gang sempit menarik perhatian masyarakat sekitar menyaksikan penggeledahan tersebut. Garis polisi dipasang di sekitar kediaman pelaku. Dari hasil penggeledahan di lokasi, polisi menemukan bahan baku pembuatan bom panci.

“Kita temukan bahan bakunya aseton dan ada beberapa bahan baku yang lain. Aseton adalah bahan baku bom panci,” lanjutnya.

Selain itu, petugas juga menemukan beberapa senjata tajam berupa dua bilah pisau. Diduga akan digunakan untuk menyerang aparat kepolisian. Polisi juga menyita barang bukti lainnya seperti dokumen pribadi dan dokumen tentang ajaran agama. Semua barang bukti selanjutnya dibawa untuk diteliti lebih lanjut.

“Untuk penyerangan terhadap anggota polisi ini masih kita dalami,” katanya.

Yusri mengungkapkan, selain AAS, AW dan K, pihaknya juga masih mengejar sejumlah pelaku lain yang diduga masih terkait dengan jaringan tersebut.

“Mudah mudahan kita bisa sesegera mungkin bisa membongkar seluruhnya dan ada lagi beberapa pelaku yang harus kita lakukan pengejaran. Termasuk para penyandang dananya,” tandasnya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge