0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wujudkan Stop BABS Perlu Pemahaman Hidup Sehat

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sebanyak 11.351 keluarga belum memiliki jamban sempurna. Rinciannya, 8.753 keluaga tidak memiliki jamban di rumah. Mereka terpaksa menumpang ke fasilitas komunal maupun ke tetangga untuk kepeluan itu. Sedangkan 2.599 keluarga memiliki jamban tapi limbahnya dibuang ke saluran air yang bermuara ke sungai.

“Pemahaman masyarakat tentang hidup sehat masih rendah. Masih banyak jamban warga yang tidak mempunyai septic tank, namun kotoran langsung dibuang ke sungai. Di samping tidak sehat juga sangat mengganggu,” kata Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo di hadapan peserta workshop Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (10/7).

Dalam program Stop BABS, pemerintah pusat memberi jangka waktu penyelesaian hingga 2019. Di Karanganyar, Pemkab menarget program itu rampung November 2017 melalui berbagai percepatan. Diantaranya bantuan pembangunan jamban sehat bersumber APBD kabupaten, APBD provinsi dan bantuan hibah nonpemerintah.

Rohadi menganggap aneka stimulan itu bakal percuma jika tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam menyukseskan Stop BABS.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge