0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Difteri di Matesih, Ditetapkan KLB

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo (dok.timlo.net/red)

Karanganyar — Serangan difteri terhadap dua santriwan asal pondok pesantren di Matesih ditetapkan kejadian luar biasa (KLB). Satu diantaranya meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan lab terhadap pasien, positif difteri. Kasus seperti ini tidak ditemukan dalam sekian dasawarsa, mendadak muncul. Pantas kalau ditetapkan KLB. Dua atau tiga tahun lalu kasusnya ada di Jatim. Ada yang selamat dan ada pula yang tidak berhasil. Sekarang di Karanganyar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo kepada Timlo.net, Rabu (12/7).

Dua santriwan penderita difteri asal Ponpes tersebut berusia 12 tahun. Kasus ini mendapat atensi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), sampai-sampai menugaskan DKK dan puskesmas melakukan observasi sampai berhari-hari ke semua penghuni ponpes.

Diterapkan metode profilaksis, yakni pemberian obat dan pemantauannya selama sepekan. Dilihat apakah setelah ditangani masih muncul gejala. Para penghuni itu meliputi puluhan santriwan dan ustaznya. Dikatakan, penyakit ini menular melalui udara dan kontak fisik benda-benda yang dipakai berjamaah dengan penderita.

Sebagaimana diberitakan, seorang santriwan di pondok pesantren di Matesih meninggal dunia akibat terserang difteri. Seorang lagi dilarikan ke RSUD Moeardi Solo. Peristiwa itu pada Ramadan lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge