0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Difteri Merebak, Satu Santri Meninggal, Lainnya Tertular

Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Penyakit difteri merebak di salah satu pondok pesantren di wilayah Matesih. Satu santriwan meninggal dunia akibat penyakit itu, sedangkan satu lagi harus dirawat intensif karena tertular.

“Santri itu meninggalnya di Cirebon. Dia sempat dirawat di sana di sebuah klinik tapi tidak tertolong,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo kepada Timlo.net, Rabu (12/7).

Santriwan itu meninggal dunia sekitar sebulan lalu saat ramadan. Ia pulang ke kampung halamannya karena pondok pesantren libur setiap bulan puasa. DKK mendapat informasi mengejutkan itu dari Satker Kementrian Kesehatan yang meminta kasus difteri diusut tuntas.

Seluruh penghuni pondok pesantren diminta dilakukan observasi secara medis karena diduga kuat penyebarannya di lingkungan tersebut. Ternyata asumsi itu tak meleset. Seorang santriwan asal Jumantono menunjukkan gejala terserang difteri. Beruntung segera ditangani di RS Moewardi Solo sehingga nyawanya tertolong.

Tim kabupaten dan puskesmas langsung menerapkan teknik profilaksis ke semua penghuni ponpes yang terlibat kontak fisik dengan penderita difteri. Penting diketahui, penularan penyakit bersumber bakteri itu melalui udara dan benda-benda yang dipakai berjamaah antara penderita dengan orang lain. Sedikitnya puluhan penghuni ponpes diobservasi secara medis.

“Yang sakit harus dirawat segera. Diamati perkembangannya. Penyakit dari inveksi bakteri ini menyerang tubuh tanpa immunitas. Maka dari itu, kami menginvestigasi satu persatu apakah mereka sudah diimunisasi belum?” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge