0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

35 Shelter PKL Sriwedari Disegel, Ini Gara-Garanya

Sejumlah PKL tetap berjualan meski sebagian besar mengembalikan shelter mereka ke Pemerintah Kota Solo. Shelter yang dikembalikan disegel Dinas Perdagangan, Rabu (12/7) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo menyegel 35 shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) di Selatan Stadion Sriwedari. Penyegelan dilaksakana setelah PKL mengembalikan shelter tersebut ke Pemkot karena sepi pengunjung.

“Dulu 35 shelter sudah dikembalikan ke kami. Kami tentunya respon dengan menyegel,” kata Kepala Seksi Pengataan dan Pembinaan PKL DInas Perdagangan Solo, Didik Anggono, Rabu (12/7).

Penyegelan, lanjutnya, perlu dilakukan agar Pemkot memiliki legitimasi kuat untuk mengambil alih. Pemasangan surat penyegelan di kios sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan shelter sudah kembali ke tangan Pemkot.

“Kalau hanya penyerahan secara lisan kan tidak cukup. Makanya harus ada penyegelan,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan PKL yang mengembalikan shelter ke Pemkot. Hanya saja, PKL yang pernah menempati shelter tersebut tidak boleh lagi mengajukan permohonan untuk menempati kembali.

“Nanti kalau di sana sudah rame, tidak boleh lagi minta tempat. Tunggu saja, sebentar lagi Museum Wayang kan dibuka. Itu akan membawa pengunjung ke sana,” tegasnya.

Untuk diketahui, PKL yang menempati shelter di Selatan Stadion Sriwedari adalah bekas PKL City Walk yang direlokasi Pemkot Solo setahun lalu. Belum lama ini sejumlah besar PKL mengembalikan shelter tersebut ke Pemkot karena terus-terusan merugi. Saat ini jumlah PKL yang masih menempati shelter tersebut hanya tersisa 25 orang.

“Itu pun banyak yang tidak setiap hari berjualan,” kata Didik.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge