0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Koperasi Sekarat bakal Dibinasakan

Potong tumpeng awali Tasyakuran Hari Koperasi ke-70 di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Ratusan koperasi di Wonogiri saat ini ibarat kata, tengah berada pada kondisi sekarat, tak ayal koperasi tersebut pun bakal dibubarkan. Rata-rata koperasi tersebut telah melanggar aturan yang sudah ditentukan yakni selama dua tahun berturut- turut tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Namun demikian, beda perlakuan bagi koperasi yang sebelumnya mendapat gelontoran dana dari pemerintah, tidak dapat serta dibubarkan.
“Ya bagaimana lagi, kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan. Yang jelas kita ini menindaklanjuti regulasi baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Kasie Kelembagaan Bidang Koperasi Mikro dan Menengah Dinas Perindagkop UKM Wonogiri, Sudarno, Rabu (12/7).
Disebutkan, di Wonogiri  ada sekitar 1.035 koperasi yang telah berbadan hukum. Namun demikian, setelah dilakukan survei dan analisa didapat 457 koperasi yang siap dibekukan dan hanya menunggu waktu untuk dibubarkan. Menurut dia, pembubaran koperasi tersebut  merujuk pada regulasi UU No 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian,disisi lain adanya penetapan regulasi  baru yang dikeluarkan Kementrian Koperasi dan UKM belum lama ini.
“Jumlah koperasi yang akan dibubarkan itu di luar koperasi RT. Contoh koperasi karyawan, simpan pinjam, BMT, KUD, pensiunan bahkan termasuk Primkopol dan Primkopad,” kata dia.
Akan tetapi, kata Sudarno, koperasi yang sudah “dibinasakan” tersebut dapat dihidupkan kembali. Asalkan beber dia, ada komplain dari anggota koperasi atau masyarakat. Namun tentunya, koperasi itu harus memenuhi regulasi yang telah ditentukan oleh pemerintah terlebih dahulu.
“Beda lagi dengan koperasi yang dulu-dulunya pernah dapat kucuran dana dari pemerintah dan berjalannya waktu ada fasilitasi kredit macet,itu tidak bisa langsung dibubarkan. Akan tetapi harus diselesaikan dulu tunggakan kredit macetnya. Atau juga bisa aset dijual kemudian melunasi utangnya sisanya dibagikan kepada anggota, nah barulah bisa dibubarkan,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge