0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Ikut Soroti Konflik Taksi di Solo, Ini Usulnya

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto (dok.timlo.net/red)

Solo — Polemik yang terjadi antara taksi konvensional dan taksi online (UberX) mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Mereka mendesak, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk segera membahas atau melakukan ‘rembug bisnis’ antar kedua belah pihak sebelum terjadi hal tidak diinginkan.

“Segera ditemukan (kedua belah pihak —Red) sebelum terjadi hal tak diinginkan,” terang Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto, Rabu (12/7) siang.

Ia mencontohkan, kasus serupa pernah terjadi di wilayah Jakarta. Seperti sengketa antara Blue Bird dengan Gocar beberapa tahun lalu. Hingga akhirnya, terjadi kesepakatan antar kedua belah pihak dan taksi konvensional (Blue Bird) tetap dapat bertahan hingga saat ini.

“Bisa mencontoh cara penyelesaian seperti di Jakarta. Sehingga, sampai saat ini keduanya dapat tetap mencari rejeki di jalanan ibukota,” terangnya.

Meski telah terjadi kesepakatan antara taksi konvensional dengan aplikasi Grab, namun masih sebatas panggilan. Belum menyentuh pada tarif spesifik. Mereka masih memakai argo untuk menentukan harga. Padahal, itu bukan yang dikehendaki masyarakat sehingga mereka beralih ke angkutan khusus orang non trayek ini. Karena UberX lebih ‘ramah’ konsumen, maka pasti lebih diminati, meskipun belum mendapatkan izin operasional dari Gubernur.

“Kemajuan teknologi informasi menghajatkan aspek kepraktisan, kecepatan serta transparansi dan ini nggak mungkin bisa dilawan dengan regulasi apapun,” kata Sugeng.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge