0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres: Ada Anggota Mem-backing UberX, Lapor Saya

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polresta Solo menepis isu miring perihal anggotanya yang menjadi backing atau pengemudi UberX. Polresta menegaskan bahwa tidak ada anggota kepolisian yang nyambi menjadi pengemudi UberX. Hal itu dikatakan Kapolresta Solo, saat mengawal pengamanan aksi mogok masal sejumlah perusahaan taksi Kota Bengawan, Selasa (11/7).

“Saya jamin tidak ada,” singkat AKBP Ribut Hari Wibowo, kepada timlo.net.

Kapolresta berjanji akan menindak tegas anggotanya jika terbukti menjadi pelindung beroperasinya moda transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) tersebut. Bahkan pihaknya meminta masyarakat atau pihak pengemudi taksi konvensional untuk melaporkan jika menemui oknum anggota yang turut bermain.

“Kalau memang ada ya dilaporkan saja, kami siap menindaklanjuti,” selorohnya.

Lebih jauh, pria yang sempat menjabat sebagai Kabagbinkar dan SDM Polda Jatim tersebut berujar kepada seluruh jajaran Polresta Solo untuk bekerja profesional dan sesuai dengan tupoksi.

“Jangan menyebarkan isulah. Biar kita kerja juga enak. Kepolisian bekerja profesional dan sesuai dengan tupoksi,” kata dia.

Isu ini mencuat, saat salah satu perwakilan sopir taksi menemui Walikota Solo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo, dan Kapolresta Surakarta di ruang rapat Walikota. Dikatakan pada Minggu (9/7) sore, sejumlah sopir taksi sempat mencegat salah satu pengemudi UberX yang hendak menjemput penumpang tak jauh dari pangkalan taksi Beteng Vastenburg. Pengemudi UberX itu mengalah setelah beberapa saat adu mulut.

Malam harinya, seseorang berbadan tegap dengan potongan khas datang ke pangkalan. Ia mencari sopir taksi yang melarang Uber menarik penumpang. Namun pengemudi taksi yang ada di pangkalan tersebut semuanya mengelak untuk berbicara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge