0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Oknum Polisi dan TNI di Balik Uber?

Suasana pertemuan perwakilan sopir taksi dengan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD Teguh Prakosa, Kapolresta Surakarta AKBP Hari Ribut Wibowo, dan Kepala Bidang Angkutan Umum Muhammad Taufiq di ruang rapat Walikota, Selasa (11/7) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Sejumlah oknum kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) disinyalir bermain di balik beroperasinya moda transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) atau online UberX. Angkutan plat hitam itu dinyatakan ilegal oleh Pemerintah Kota Solo karena belum mengantongi ijin operasi resmi. Hal tersebut diungkapkan salah satu perwakilan sopir taksi saat menemui Walikota Solo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo, dan Kapolresta Surakarta di ruang rapat Walikota, Selasa (11/7).

“Kami minta Bapak Kapolres menindak anggotanya yang membekingi Uber,” kata salah satu perwakilan sopir taksi, Joko  Triono.

Sopir Sakura Taksi itu menuturkan, pada Minggu (9/7) sore, sejumlah sopir taksi sempat mencegat salah satu pengemudi UberX yang hendak menjemput penumpang tak jauh dari pangkalan taksi Beteng Vastenburg. Pengemudi UberX itu mengalah setelah beberapa saat adu mulut. Malam harinya, seseorang berbadan tegap dengan potongan khas tentara datang ke pangkalan. Ia mencari sopir taksi yang melarang Uber menarik penumpang.

“Daripada jadi masalah, teman-teman mengaku tidak tahu,” kata dia.

Kabar tersebut sejalan dengan informasi yang diterima timlo.net dari salah satu pengemudi UberX di Solo, Muhammad Jundi. Ia mengatakan pengemudi Uber rata-rata sudah memiliki pekerjaan tetap. Menarik Uber dianggap sebagai pekerjaan sampingan untuk penghasilan tambahan.

“Ada yang dari TNI, ada juga polisi yang ikut nguber,” ungkap Jundi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge