0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres : Denda Taksi Online Bisa Rp 5 Juta, Tapi…

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menemui para sopir taksi yang menggelar aksi damai, Selasa (10/7) (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Pihak kepolisian menanggapi permintaan perusahaan taksi memperberat denda taksi dalam jaringan (daring) atau online. Hal tersebut tak bisa dipenuhi begitu saja tanpa pertimbangan panjang.

“Bisa saja misalnya kita tetapkan denda taksi online Rp 5 Juta. Tapi apa panjenengan siap? Nanti dampaknya ke panjenengan-panjenengan juga,” kata Kapolresta Surakarta, AKBP Hari Ribut Wibowo kepada perwakilan demonstran, Selasa (11/7).

Ia menerangkan peraturan tidak bisa dbuat secara tebang pilih. Artinya, setiap epraturan baru yang ditetapkan akan berlaku kepada semua orang. Termasuk di antaranya taksi resmi yang kedapatan melanggar aturan.

“Jadi nanti kalau salah satu sopir taksi melanggar, kena tilang harus sama. Rp 5 Juta juga,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kepada sejumlah perwakilan bahwa pelaksanaan hukum harus dilakukan sesuai peraturan. Penegakan hukum tidak bisa dilaksanakan dengan cara melanggar hukum.

“Jadi kalau ada taksi online ditilang, kena denda Rp 100 Ribu selesai, ya memang begitu aturannya. Bukannya kita tidak mau menindak,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan taksi se-Solo menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) dan Polresta Surakarta menindak tegas taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) UberX beroperasi di Solo. Razia yang selama ini dilaksankan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) dinilai kurang efektif karena tidak memberi efek jera.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge