0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masuk Balaikota, Sopir Taksi Rame-Rame Matikan Rokok

Salah satu koordinator aksi berkeliling dengan pengeras suara portabel memintapara sopir taksi mematikan rokok di lingkungan Balaikota Solo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Belasan demonstran dari pengemudi taksi terpaksa mematikan rokok mereka saat memasuki lingkungan Balaikota Solo. Mereka diminta mematikan rokok mengingat Balaikota telah ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok sejak beberapa waktu lalu.

“Kami minta kerjasamanya, teman-teman yang masih menyalakan rokok agar rokoknya dimatikan dulu,” kata salah satu orator yang berdiri di atas mobil sound system, sesaat setelah demonstran memasuki halaman Balaikota, Selasa (11/7).

Sejumlah demonstran yang masih merokok yang mendengar ajakan tersebut langsung mematikan rokok mereka. Namun masih ada beberapa yang masih nekat menghisap rokok meski perintah mematikan rokok sudah disampaikan berulang kali.

Tak cukup melalui mobil sound system, salah satu koordinator demonstran pun berkeliling menggunakan pengeras suara portabel. Ia berkeliling sambil meminta demonstran yang masih menyalakan rokok segera mematikan rokoknya. Hasilnya, dari ratusan demonstran, tak satu pun yang tampak menyalakan rokok.

“Jangan sampai kita menuntut agar pelanggar hukum ditindak tegas tapi kita sendiri malah melanggar aturan,” kata orator yang berdiri di mobil sound system lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lima perusahaan taksi di Solo hari ini mogok beroperasi selama demonstrasi berlangsung. Sejak pukul 08.00 WIB, demonstrasi digelar di Lingkar Gladag. Kemudian demonstran berpindah ke Balaikota Solo untuk menemui pejabat terkait.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge