0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Kiat Bertahan di Bisnis Rancang Bangun

()

Timlo.net – Sebagai arsitek muda, Yuli Kristianto sangat merasakan kerasnya persaingan di dunia rancang bangun dan desain. Dia mengawali karir setelah lulus dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta tahun 2001. Sejumlah bangunan megah telah ia tangani salah satunya adalah Hotel Horizon di Simpang Lima Semarang.

Namun, seiring perkembangan zaman banyak pemain baru yang mulai merambah bisnis rancang bangun yang dia geluti saat itu. Akhirnya, bapak satu anak ini mulai melomcat dengan melebarkan sayap ke bisnis interior hingga konsultan.

Dengan motivasi dan visi berupa “Build Beyond Your Dream” atau Membangun Melampaui Impian akhirnya ia mampu menjadi salah satu insinyur yang melampaui disiplin ilmu yang diperolehnya.

“Peluang bisnis akan tercipta jika kita terus berinovasi. Banyak orang membuka jasa seperti saya ini. Tapi, tidak semua orang memiliki visi yang saya terapkan untuk memuaskan pelanggan,” kata Yuli saat berbincang santai dengan TimloMagz di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Pemilik perusahaan Conarch Bangun Sejahtera ini berpendapat, adalah penting untuk menjaga kesinambungan pekerjaan haruslah dengan memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Salah satunya dengan cara memberikan apa yang tidak atau terbayangkan dalam pikiran mereka.

“Contoh mudahnya, jika mereka meminta dibuatkan gambar tampilan luar semata, saya berani berikan komplet hingga tampilan dalam bentuk 3D. Servis lebih inilah kunci untuk menjaga pelanggan kita,” terang Yuli membagikan kiat sukses usahanya.

Dia pun selalu mempersilakan pelanggan datang ke tempat kerjanya di Kampung Debegan, Mojosongo. Di kantor yang menyatu dengan kediamannya ini pelanggan bisa menemukan aneka macam bahan bangunan mulai dari lantai, dinding, atap dan masih banyak yang lain. Selain itu, Yuli juga membuka diri dan tidak membatasi jika kliennya melakukan konsultasi terkait bangunan yang akan didirikan termasuk pemilihan bahan yang akan mereka gunakan.

“Jika mereka datang langsung ke sini, mereka akan menyentuh, merasakan bahan bangunan yang akan digunakan. Mengingat, rumah atau bangunan yang akan ditempati akan terasa nyaman jika orang yang mendiami tersebut turut serta memilih bahan yang akan digunakan,” jelas Yuli.

Meski begitu, dalam menghadapi pelanggan seorang pengusaha wajib sabar. Termasuk melakukan ‘putar otak’ jika budget tidak sesuai dengan keinginan yang diminta oleh mereka. Alhasil, dirinya sering memberikan masukan agar pelanggan merasa dihormati meski dengan budget yang dinilai kurang.

“Semua pasti ada jalan tengah, tergantung kita me-manage. Pelanggan adalah raja, kita harus menghargai setulus hati,” kata Yuli mengenang perjalanan bisnis yang dia rintis mulai dari bawah tersebut.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge