0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Tak Gentar Merombak Kemapanan

(foto: Utami)

Timlo.net – Mewarisi bisnis orangtua yang sudah berjalan mapan, adalah tantangan bagi Ayhwien Chressetianto. Perempuan belia itu cepat melakukan perubahan yang hasilnya sungguh tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Orangtua membuka usaha Kempling ini sudah sejak tahun 90 an. Namun setelah lulus kuliah atau sekitar 2013, saya dipercaya untuk mengelolanya,” ujar alumnus Universitas Kristen Petra Surabaya ini kepada TimloMagz, baru-baru ini.

Di tangan Ayhwien, Kempling yang sebelumnya fokus sebagai distributor mebel atau furniture dikembangkan dengan menyediakan jasa desain interior. Pengembangan usaha tersebut bukan tanpa alasan, karena menurutnya kalau hanya berfokus pada distributor mebel sudah terlalu umum dan dilakukan banyak orang.

“Sekarang justru untuk barang pabrikan sudah banyak berkurang. Karena fokus saya saat ini adalah custom design. Mengingat kecenderungan masyarakat memiliki karakter dan selera yang berbeda terhadap ruangan atau tempat kerjanya,” terang dia.

Meski awalnya orangtua sempat ragu terhadap ide dan gagasannya itu, namun Ayhwien mampu membuktikan bahwa yang dilakukannya berhasil mendapat respons positif dari konsumen. Bahkan, proyek desain interior yang ditanganinya sekarang tidak hanya berasal dari dalam kota tapi berhasil merambah luar kota, dengan segmen pasar mulai perorangan, perusahaan hingga perhotelan.

Dalam menjalankan bisnisya itu, ia mengaku pelayanan,kedetailan konsep dan kedisiplinan menjadi hal yang paling utama. Sehingga diharapkan pelanggan yang menggunakan jasa dan produknya mendapatkan kepuasan seperti yang diharapkan.

“Karena desain interior ini orientasinya adalah suasana ruangan, sehingga sebelum menerima proyek dari klien biasa yang kita lakukan adalah survei dan wawancara. Dan proses pengerjaannya tidak bisa instan, bahkan bisa mencapai tiga bulan. Karena memang setiap detail ruangan kita kerjakan semua, mulai dari plafon, lighting, lantai hingga furniture yang ingin digunakan,” ungkapnya.

Ayhwien mengaku ketertarikannya dengan bidang design interior sudah terjadi sejak masih remaja, dimana kebiasaannya saat itu suka mengotak-ngatik ruangannya sendiri agar mendapatkan suasana yang lebih nyaman. Kemudian saat kuliah ia matangkan dengan memilih jurusan yang sama di Universitas Kristen Petra Surabaya.

“Selama kuliah saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman. Sehingga
sekarang tinggal menyesuaikan dengan praktik di lapangan,” jelasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya itu, ia mengaku sangat terbantu dengan support dari keluarga. Tidak hanya orangtua, suaminya pun sering mendampinginya dalam mengerjakan proyek di luar kota.

“Kebetulan ayah punya pengalaman lama dibidang mebel, Ibu lulusan teknik sipil dan suami juga luusan teknik arsitektur. Jadi selama ini mereka bisa dijadikan partner untuk sharing dan membantu ketika ada kesulitan,” tandasnya.

Meski diusianya yang masih muda sekarang sudah cukup mapan, namun ia mengaku masih banyak harus dilakukan. Diantaranya adalah ingin membuat cabang perusahaan di luar kota, dan juga memimpikan punya rumah idaman yang bisa didesain sendiri.

“Karena sekarang tinggalnya masih ikut orangtua, jadi kedepan inginnya punya rumah pribadi yang saya konsep sendiri,” ungkapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge