0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahok Diminta Jadi Saksi dalam Kasus Buni Yani

Buni Yani (merdeka.com)

Timlo.net – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE‎ dengan terdakwa Buni Yani. Secara keseluruhan, Jaksa penuntut umum (JPU) menyiapkan 17 saksi saat memasuki pokok perkara.

“Saksi diperkirakan ada 17, tapi bisa saja bertambah. Itu nanti kita bisa sampaikan dalam sidang selanjutnya,” kata JPU Anwarudin usai mengikuti sidang putusan sela di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Selasa (11/7).

Terkait Ahok nantinya bisa dihadirkan untuk memberikan kesaksiannya, JPU masih melihat kebutuhannya dulu. ‎

“Jadi sesuai kebutuhan, jadi nanti akan hadirkan Ahok ya bisa saja,” imbuhnya.

Ahok diketahui merupakan objek dalam polemik video Surat Al-Maidah ayat 51. Video 30 detik yang disebarkan Buni Yani itulah yang mengantarkan Ahok ke penjara dan kini berstatus terpidana.

“Kehadiran Ahok untuk memberikan kesaksian mengenai perbuatan yang dialamatkan pada terdakwa ini,” jelasnya.

Dalam sidang putusan sela dipimpin Majelis Hakim M Saptono, semua eksepsi dari terdakwa ditolak. Artinya sidang mulai memasuki babak baru dengan pemeriksaan saksi-saksi. Rencananya JPU akan menghadirkan tiga saksi dalam sidang yang digelar pekan depan di tempat sama.

“Kalau minggu depan ada tiga yang rencananya akan kita hadirkan,” sebutnya.

Dia menyatakan, akan menyiapkan materi sidang ketika hakim sudah menyatakan penolakan eksepsi dari terdakwa.

“Tentu kita menghargai keputusan hakim. Dan kita siap melaksanakan apa yang sudah disampaikan dalam putusan sela tadi,” imbuhnya.

Kuasa hukum ‎Buni Yani, Aldwin Rahardian mengaku keberatan terhadap putusan sela majelis hakim dalam persidangan tersebut.

“Sebetulnya kita sangat keberatan. ‎ Tapi nanti kita uji nanti di pokok perkara,” kata Aldwin usai sidang.

Meski keberatan, Aldwin mengatakan pihak Buni Yani menerima keputusan sela tersebut dan seluruh keberatan-keberatan terhadap putusan sela majelis hakim akan disusun dan diakumulasikan.

“Nanti akan kita sampaikan di nota pembelaan akhir, di pledoi. Jadi enggak apa-apa, kita menguji kalau hakim secara formil menilai tidak ada persoalan tapi tetap kita ada beberapa hal keberatan‎,” terangnya.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge